PKS: Pemerintah Jangan Terlalu Fokus Pada Pembangunan Infrastruktur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Fahmi Alaydroes menyatakan pemerintahan tidak seharusnya terlalu fokus kepada pembangunan infrastruktur.

Pemerintah terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur, tapi lupa SDM (sumber daya manusia), kata Fahmi Alaydroes dalam rilis PKS di Jakarta, Sabtu (20/1).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusianya, sehingga tidak terjadi persoalan seperti gizi buruk di Asmat, Papua.

Untuk itu, ia menginginkan pemerintah perlu kembali fokus pada pembangunan sumber daya manusia karena hal tersebut dinilai akan menunjang kemajuan bangsa Indonesia kedepannya.

“Menurut saya, pembangunan SDM ini nomor satu. Tingkatkan martabat manusianya dalam hal yang mendasar saja dulu, yakni terpenuhi hak-hak hidup mereka, kesehatan, pendidikan yang berkualitas baru kemudian sandang pangan dan papan, itu bekal utama dalam kemajuan sebuah bangsa,” katanya.

Sebelumnya, Kemensos telah mengirimkan bantuan makanan guna mengatasi kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua.

Sebanyak 16.000 paket makanan kaleng senilai Rp725 juta telah dikirim ke Timika, Papua, Minggu (14/1), dan telah didistribusikan secara bertahap sejak Senin (15/01) kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Asmat.

Selain makanan, Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial setempat juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa tiga ton beras, 200 lembar selimut, 200 matras, dua tenda keluarga, dan 50 food ware.

Sebanyak 63 orang anak meninggal akibat KLB campak disertai gizi buruk di Asmat dalam empat bulan terakhir.

KLB tersebut terjadi pada enam distrik di Kabupaten Asmat. Sejak September 2017 hingga kini, RSUD Asmat dilaporkan merawat ratusan pasien campak. Sebanyak 393 orang menjalani rawat jalan dan 175 orang rawat inap. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

KUNTUM KHAIRA UMMATIN

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.