“Biasanya dulu untuk pelatihan harus ngirim orang ke Belanda, ke Hawaii, kini cukup ke Kuningan. Alhamdulillah, secara pelan orang sudah tahu Pindad punya lembaga training IT,” katanya.
Direktur Multimatics Agus Setiawan, mengungkapkan tujuan seminar di acara Indonesia International Cyber Security Leader 2017 adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan institusi pemerintah dan perusahaan tentang pentingnya pertahanan dan keamanan informasi.
“Kita ingin mereka bisa menggunakan teknologi, sekaligus kuat juga dengan pengamanannya. Saya yakin ini tidak stop di sini saja. Ini kita buat sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya keamanan informasi,” katanya.
Menurut dia, rendahnya kesadaran institusi dan perusahaan tergambar dari perilaku rajin beli software, dan beli alat, tapi abai melatih sumber daya manusia. Data itu tergambar dari masih rendahnya jumlah profesional di Indonesia yang tersertifikasi.
“Indonesia ini dari segi angka belum menggembirakan, dengan jumlah penduduk 250 juta, yang tersertifikasi Certified Information Systems Security Professional (CISSP) baru ratusan, sementara Singapura yang penduduknya tak seberapa sudah ribuan yang tersertifikasi,” kata dia. (Ant/SU02)
