Penumpang Terlantar di Ngurah Rai, Pakar Hukum: Angkasa Pura Harus Bertanggungjawab

1
82
Gunung Agung erupsi
Gunung Agung meletus dengan tinggi 3.000 m pada 26/11/2017 pukul 22 WITA. (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ditutupnya Bandara Ngurah Rai, Bali disebabkan terjadi letusan gunung Agung di Karang Asem sejak Selasa (28/11) kemarin, hingga diperpanjang hari ini telah mengakibatkan lebih dari 445 penerbangan gagal diberangkatkan dari dan ke Bali. Dampaknya ribuan penumpang gagal terbang.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, pakar hukum pidana dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Dr. Ahmad Sofian, SH, MA berpendapat bahwa PT Angkasa Pura sebagai korporasi yang mengelola bandara tetap harus bertanggung jawab terhadap pelayanan penumpang yang gagal terbang tersebut.

“Mereka tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab dengan alasan force majeur,” kata Ahmad Sofian lewat rilis yang diterima SERUJI, Rabu (29/11).

Menurut pakar hukum yang juga mengasuh rubrik Konsultasi Hukum SERUJI ini, meletusnya Gunung Agung tidak dapat dijadikan alasan pembenar force majeur oleh Angkasa Pura untuk menghilangkan atribusi pertanggungjawaban korporasi kepada penumpang.

“Force majeur  dalam kasus ini adalah sesuatu yang dapat diduga, apalagi di Indonesia banyak gunung berapi dan kondisi alam yang ekstrim. Force mejeur baru dapat menghilangkan atribusi pertanggungjawaban korporasi jika force majeur itu sama sekali tidak bisa diduga,” ungkapnya.

Loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama