Penumpang Terlantar di Ngurah Rai, Pakar Hukum: Angkasa Pura Harus Bertanggungjawab

1
38
Gunung Agung erupsi
Gunung Agung meletus dengan tinggi 3.000 m pada 26/11/2017 pukul 22 WITA. (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ditutupnya Bandara Ngurah Rai, Bali disebabkan terjadi letusan gunung Agung di Karang Asem sejak Selasa (28/11) kemarin, hingga diperpanjang hari ini telah mengakibatkan lebih dari 445 penerbangan gagal diberangkatkan dari dan ke Bali. Dampaknya ribuan penumpang gagal terbang.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, pakar hukum pidana dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Dr. Ahmad Sofian, SH, MA berpendapat bahwa PT Angkasa Pura sebagai korporasi yang mengelola bandara tetap harus bertanggung jawab terhadap pelayanan penumpang yang gagal terbang tersebut.

“Mereka tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab dengan alasan force majeur,” kata Ahmad Sofian lewat rilis yang diterima SERUJI, Rabu (29/11).

Menurut pakar hukum yang juga mengasuh rubrik Konsultasi Hukum SERUJI ini, meletusnya Gunung Agung tidak dapat dijadikan alasan pembenar force majeur oleh Angkasa Pura untuk menghilangkan atribusi pertanggungjawaban korporasi kepada penumpang.

“Force majeur  dalam kasus ini adalah sesuatu yang dapat diduga, apalagi di Indonesia banyak gunung berapi dan kondisi alam yang ekstrim. Force mejeur baru dapat menghilangkan atribusi pertanggungjawaban korporasi jika force majeur itu sama sekali tidak bisa diduga,” ungkapnya.

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....