Pemerintah Berencana Bagi Tarif Listrik Jadi Tiga Golongan

0
176
Pekerja instalasi listrik
Pekerja instalasi listrik (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Saat ini penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi sedang digodok oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan bahwa penyederhanaan golongan yang bila diikuti dengan kenaikan dan penambahan daya tersebut tidak akan berpengaruh pada pengeluaran biaya listrik masyarakat.

“Tidak akan dikenakan biaya apa pun, dan besaran tarif per KWH tidak akan berubah,” kata Dadan dalam keterangan resminya dikutip dari Antara, Ahad (12/11).

Rencananya golongan pelanggan listrik akan dibagi menjadi tiga.

Golongan pertama yakni, pelanggan listrik dengan subsidi. Untuk golongan ini nantinya memiliki daya 450 Volt Ampere (VA) dengan jumlah pelanggan 23 juta rumah tangga. Selain itu, golongan ini juga mencakup daya 900 VA (subsidi) dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga.

Golongan kedua, pelanggan listrik nonsubsidi berdaya 4.440 VA dan 13.000 VA. Dan golongan ketiga, pelanggan listrik nonsubsidi 13.000 VA ke atas (loss stroom).

Pemerintah berharap dengan penyederhanaan golongan pelanggan listrik tersebut, tenaga listrik lebih bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Apalagi pemerintah memiliki visi besar di sektor kelistrikan, yakni pemerataan layanan listrik dengan target elektrifikasi nasional 97% hingga tahun 2019, dan keterjangkauan masyarakat dalam mengakses listrik,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan diuntungkan dengan program ini. Hal itu karena selama ini UMKM rata-rata adalah pelanggan golongan 1.300 VA hingga 3.300 VA.

“Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per KWH, UMKM dapat berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, program penambahan dan pembangunan pembangkit listrik ini akan dinikmati secara langsung oleh masyarakat.

“Selama ini, keterbatasan daya listrik akibat pembatasan golongan mengakibatkan daya listrik lebih banyak dinikmati oleh dunia usaha besar dan pelanggan golongan industri saja,” ungkapnya.

Ke depan, terang dia, pemerintah mendorong agar rumah tangga Indonesia dapat menggunakan kompor induksi. Kompor induksi atau dikenal sebagai kompor listrik, merupakan jenis kompor yang memanfaatkan reaksi magnet dari energi listrik untuk menghasilkan panas.

Kompor induksi menggunakan sekitar 300-500 watt daya listrik dengan biaya per kalori lebih rendah dari penggunaan elpiji 3 Kg. Pengurangan penggunaan elpiji 3 Kg bertujuan untuk mengurangi angka impor dan subsidi elpiji yang saat ini sudah membengkak dari Rp 7 triliun menjadi Rp 20 triliun.

Menurut dia, pembahasan mengenai teknis pengaturan penyederhanaan golongan tarif dan daya listrik tersebut secara detail masih dibahas oleh Kementerian ESDM dan PT PLN.

“Selanjutnya akan disosialisasikan kepada publik sebelum diberlakukan,” pungkasnya.

Penerapan golongan tarif listrik yang sederhana juga sebenarnya sudah diterapkan di negara-negara ASEAN lainnya.

Berikut beberapa struktur tarif tenaga listrik yang telah diterapkan di negara-negara tetangga, mengacu data yang dilaporkan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, yang dikutip dari situs esdm.go.id, pada hari Ahad (12/11):

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU