IPW Desak Polisi Ungkap Secara Transparan Penembakan Kader Gerindra

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Indonesian Police Watch (IPW) mendesak Polda Jawa Barat mengungkap secara transparan kasus penembakan yang menewaskan kader Partai Gerindra, Fernando Alan Joshua Wowor, yang dilakukan anggota Brimob di Sukasari Bogor, Sabtu (20/1).

“Terutama tentang adanya seorang wanita dan anak dibawah umur yang ikut terluka di dalam kasus penembakan tersebut,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane lewat rilis yang diterima SERUJI, Selasa (23/1).

Neta menilai, dalam mengusut kasus penembakan tersebut, Polda Jabar belum bersikap transparan.

“Dari penelusuran IPW, setidaknya ada lima hal yang perlu diungkapkan Polda Jabar ke publik agar kasus penembakan ini terang benderang dan tidak terkesan ditutup tutupi,” ujarnya.

Pertama, jelas Neta, soal senjata api yang digunakan pelaku. Apakah senjata tsb tipe Glock 17 atau HS 9. Tipe Glock 17 adalah senjata organik Densus 88 dan para perwira di Brimob. Sedangkan HS 9 merupakan senjata organik Brimob lapisan bawah, terutama yang berpangkat brigadir.

“Sebab beberapa saksi mata sempat menyebutkan, senjata yang digunakan pelaku adalah tipe Glock 17,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Neta, kenapa pelaku dibiarkan bergentayangan di tengah malam dengan membawa senjata api, padahal ybs tidak dalam keadaan bertugas.

“Apakah SOP di Brimob memang membolehkan anggotanya membawa senjata api kemana mana?” tanyanya.

Kedua, IPW mempertanyakan kepemilikan moge BMW B 4559 BKD yang dikendarai pelaku.

“Apakah seorang anggota Brimob berpangkat Briptu memang wajar memiliki motor mewah tersebut. Apakah gajinya dari Brimob memang cukup untuk membeli motor mewah itu?” ujarnya.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER