Ketiga, siapa yang mencakar wajah Rio teman korban. Sebab, akibat cakaran itu pegangan Rio terhadap tangan pelaku yang sedang menodongkan senjata api terlepas, yang kemudian membuat pelaku menjadi bebas melepaskan tembakan yang mematikan korban.
“Keempat, siapa wanita LS (23 tahun) dan kenapa yang bersangkuta terluka di dalam kasus penembakan itu. Kelima, siapa anak di bawah umur berinisial AP dan kenapa yang bersangkuta terluka dalam kasus penembakan itu,” terangnya.
Kelima pertanyaan tersebut, menurut Neta, perlu ditelusuri Polda Jabar untuk mengungkap kasus penembakan itu secara transparan.
“Selain itu Propam perlu memeriksa atasan pelaku, kenapa membiarkan yang bersangkuta bebas membawa bawa senjata api di tengah malam, meski tidak sedang bertugas,” tegasnya.
Neta berharap polisi melakukan semua yang perlu dilakukan agar pengawasan terhadap sikap dan prilaku jajaran bawah kepolisian bisa maksimal dilakukan.
“Sehingga jajaran bawah kepolisian tidak arogan dan semena mena serta tidak bergaya seperti koboi dengan senjata apinya, yang sesungguhnya senjata api itu dibeli dengan uang rakyat. Jika jajaran kepolisian tidak serius menangani kasus ini dikhawatirkan aksi koboi koboian jajaran bawah Polri akan terus berulang,” pungkasnya. (ARif R/Hrn)
