Indonesia Perjuangkan Kepentingan Nelayan Kecil di WTO

0
62
Ilustrasi.

JAKARTA – Delegasi Indonesia memperjuangkan kepentingan nelayan kecil dalam perundingan pembentukan disiplin mengenai subsidi perikananan di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), seperti disampaikan dalam keterangan pers dari PTRI Jenewa yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/9).

“Pemberantasan IUU Fishing (penangkapan ikan secara ilegal) memerlukan komitmen global. Komitmen ini perlu ditegakkan kepada semua pelaku yang terlibat kegiatan IUU Fishing,” kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo, yang berpartisipasi sebagai Delegasi RI dalam perundingan tersebut.

Perundingan tentang pembentukan disiplin mengenai subsidi perikananan di WTO itu diselenggarakan di Markas Besar WTO di Jenewa pada 11-12 September 2017.

“Indonesia menekankan bahwa pelarangan bentuk subsidi yang sedang dibahas dalam pembentukan disiplin subsidi perikanan di WTO haruslah bersifat nyata. Untuk itu, Indonesia memandang bahwa ‘negative list approach’ dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai subsidi yang dilarang dan subsidi yang masih diperbolehkan,” ujar Nilanto Perbowo.

Pertemuan di WTO tersebut mulai membahas secara rinci setiap proposal proponen yang telah dimasukkan ke dalam cluster atau tema pada matriks. Salah satu hal penting yang disampaikan oleh Indonesia adalah pentingnya pencantuman mandat dasar perundingan yang berorientasi pembangunan dalam pembukaan disiplin, selain tentang pencapaian Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada 2020.

Indonesia menekankan pentingnya kelanjutan negosiasi subsidi perikanan yang berdasarkan mandat Deklarasi Menteri di Doha pada 2001 dan di Hong Kong pada 2005, serta memasukan Konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional (UNCLOS) sebagai dasar pengaturan wilayah perairan untuk manajemen kelautan dan perikanan.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Suap

2 Politisi PDIP Tersangka Suap DPRD Malang Kembali Diperiksa KPK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dua politisi PDIP dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun...

Minimnya Rest Area di Tol Cipali Dikeluhkan Pemudik

KARAWANG, SERUJI.CO.ID - Sejumlah pemudik yang akan kembali ke Jakarta melalui Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mengeluhkan kurangnya tempat peristirahatan (rest area) di sepanjang tol tersebut. Salah...
Herman Hery

Diduga Keroyok dan Aniaya Suami-Istri, Anggota DPR dari PDIP Dipolisikan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Herman Hery dilaporan seorang warga atas nama Ronny Kosasih Yuliarto ke Polres Metro Jakarta Selatan atas...

Jenazah Korban KM Sinar Bangun Disambut Isak Tangis Keluarga

BINJAI, SERUJI.CO.ID - Jenazah korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun yang terjadi di Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, satu dari tujuh keluarga warga Kota...

184 Orang Belum Ditemukan dari 206 Data Sementara Penumpang KM Sinar Bangun

TIGARAS, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan mencatat jumlah penumpang sementara KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba sebanyak 206 orang. Kepala Kantor SAR Medan Budiawan...