Demo Sore-sore di Bulan Puasa, Mahasiswa BEM UMRI Diprotes Pedagang Takjil Pekanbaru!

👮 Polisi Turun Tangan Redam Ketegangan

Situasi sempat memanas ketika para pedagang menyampaikan protes dengan nada keras kepada massa aksi mahasiswa. Beberapa pedagang mendesak agar demonstrasi segera dihentikan karena dianggap tidak berempati terhadap masyarakat kecil yang sedang mencari nafkah di bulan Ramadan.

Aparat kepolisian dari Polda Riau yang sedang berjaga di lokasi pun turun tangan meredam ketegangan antara kedua pihak. Petugas juga mengatur arus lalu lintas di sekitar Jalan WR Supratman dan Jalan Pattimura untuk mengurangi kemacetan yang semakin parah.

Setelah mendapat tekanan dan protes langsung dari para pedagang, massa mahasiswa BEM UMRI akhirnya mulai membubarkan diri secara bertahap menjelang waktu berbuka puasa di Pekanbaru.

📌 Catatan untuk Gerakan Mahasiswa: Pilih Waktu yang Tepat

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kalangan aktivis mahasiswa bahwa aksi demonstrasi yang tidak memperhatikan waktu dan dampak sosial kepada masyarakat sekitar justru bisa kontraproduktif.

Di bulan Ramadan, ketika pedagang kecil menggantungkan penghasilan utama mereka dari penjualan takjil di sore hari, pemilihan waktu dan lokasi aksi menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Menyuarakan aspirasi adalah hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Namun, sebagaimana ditegaskan para pedagang, hak itu perlu dijalankan dengan bijak agar tidak mengorbankan kepentingan masyarakat kecil yang justru menjadi bagian dari kelompok yang selama ini diperjuangkan oleh gerakan mahasiswa itu sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BEM UMRI terkait protes yang dilayangkan para pedagang takjil.

(*/ Berbagai Sumber)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER