BW Tantang KPK Periksa Tito Karnavian Atas Dugaan Suap dari Basuki Hariman

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupis (KPK), Bambang Widjajanto (BW) menantang pimpinan KPK yang saat ini dipimpin Agus Raharjo untuk memeriksa Kapolri, Jendral Pol Tito Karnavian terkait dugaan menerima aliran dana dari pengusaha Basuki Hariman.

“Kini, Pimpinan KPK tengah ‘diuji’ dan publik diseantero Republik sedang mengamati, apakah masih punya ‘sedikit’ nyali untuk membongkar kasus ini hingga tuntas, setidaknya memanggil dan memeriksa Tito Karnavian yang kala itu menjabat berbagai jabatan penting di Republik ini,” kata Bambang lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Senin (8/10) malam.

Tantangan ini diberikan Bambang menyusul laporan hasil investigasi sejumlah media yang tergabung dalam IndonesiaLeaks yang mengungkap terjadinya pengrusakan dan penghilangan barang bukti berupa catatan keuangan salah satu tersangka suap uji materi daging impor, Basuki Hariman, yang dilakukan dua orang mantan penyidik KPK, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roland Ronaldy dan Komisaris Harun.

Dibagian yang rusak dan hilang tersebut, menurut laporan IndonesiaLeaks, nama Tito Karnavian yang saat itu menjabat Kapolda Metro Jaya disebut-sebut menerima aliran dana dari Basuki.


Menurut Bambang pemeriksaan itu harus dilakukan KPK untuk mendapatkan konfirmasi sesuai klaim yang pernah disampaikan Muhammad Iqbal yang saat itu menjabat Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, yang membantah aliran dana kepada Tito dengan menyatakan ‘catatan dalam buku merah itu belum tentu benar’.

“Karena itu mari kita cari kebenaran dengan menggunakan hasil investigasi dari Indonesialeaks ini,” ujar Bambang.

Terkait dua mantan penyidik KPK yang telah melakukan pengrusakan barang bukti, yang saat ini telah diberhentikan dari KPK dan dikembalikan ke Polri, Bambang meminta agar KPK mengusut penyidik tersebut.

“Tidak ada pilihan lain, Pimpinan KPK harus segera ‘bangkit’, bertindak ‘waras’ dan ‘menegakan keberaniannya’, jangan lagi mau ‘dipenjara’ ketakutannya sendiri untuk melawan kejahatan yang makin sempurna,” tegasnya.

Bambang meminta agar pimpinan KPK tidak menyembunyikan ‘kebusukan’ yang tengah terjadi apalagi melakukan kejahatan.

“Misalnya, menyatakan bahwa kedua penyidik KPK yang diduga melakukan perbuatan penghilangan barang bukti telah dihukum berat dengan mengembalikan ke instansi kepolisian dan fakta yang sebenarnya tak muncul dipemeriksaan pengadilan,” tukasnya.

(ARif R)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

27 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

Bantah Ada Persekusi Jurnalis di Munajat 212, Panitia: Ada Upaya Framing Negatif

Panitia Munajat 212 menduga ada upaya pengalihan isu dan framing negatif terhadap acara 'Munajat 212'.

Dukung Program Pariwisata, PT KAI Hidupkan 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

4 jalur kereta api di Jabar kembali dihidupkan. Inilah jalur-jalurnya

Sesalkan Persekusi Terhadap Jurnalis Saat Acara ‘Munajat 212’, PWI Minta Polisi Usut Tuntas

PWI kecam kekerasan terhadap jurnalis saat acara Munajat 212, minta polisi usut tuntas.

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

The Habibie Center: Sudirman Harus Buktikan Pertemuan Rahasia Jokowi-Bos Freeport

Pengamat menilai Sudirman harus ungkap bukti-bukti dari pernyataannya, apalagi ada yang bertolak belakang dari yang disampaikan pada 2015 silam.

TERPOPULER

Survei LSI: Elektabilitas Gerindra Makin Cemerlang, Pepet PDI Perjuangan

Partai besutan capres Prabowo Subianto makin cemerlang menuju hari pencoblosan 17 April. Simak elektabilitasnya..

Bertemu dengan Sandiaga, Inilah Harapan dan Curhat Peternak Sapi di Pasuruan

Berharap Sandi jadi Wapres, peternak sapi pasuruan curhat persoalannya.

Terjadi Ledakan Petasan di Parkir Timur Senayan Saat Debat Capres Berlangsung

Ledakan di Parkir Timur Senayan saat Dabet Capres ternyata berasal dari petasan

Didukung Gubernur Riau, KH Ma’ruf Semakin Yakin Bisa Menang di Bumi Lancang Kuning

Makin percaya diri karena didukung Gubernur Riau, cawapres 01 yakin bisa menang di tanah melayu

Usai Rilis Hasil Pengecekan Klaim Dalam Debat Capres, Situs Cekfakta.com Diretas

Sebuah situs pengecekan fakta atas berbagai peristiwa, cekfakta.com telah diretas pada Selasa (19/2) malam pascadebat kedua Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.