Bupati Bengkalis Sebut PPDB Sistem Zonasi Bertujuan Untuk Meratakan Mutu Pendidikan

BENGKALIS, SERUJI.CO.ID – Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, mengungkapkan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 dilakukan melalui mekanisme pendaftaran zonasi, prestasi atau perpindahan, bertujuan untuk meratakan mutu pendidikan di semua sekolah.
​​​
“Dengan adanya sistem tersebut, tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit, karena semuanya telah sama, sama-sama memberikan ilmu kepada generasi bangsa Indonesia,” ujar Amril, Sabtu (29/6).

Dikatakannya, kebijakan sistem zonasi PPDB akan dilanjutkan dengan tata kelola guru dan pendidikan yang meliputi kompetensi, penetapan kualifikasi yang linier, penyebaran yang merata, perolehan dan kelayakan sertifikasi, serta mekanisme perekrutan.

Selain itu, pembangunan pendidikan menjadi salah satu fokus pembangunan yang sangat penting dan menjadi sebuah investasi jangka panjang. Untuk itu Pemkab Bengkalis mengalokasikan dana untuk menunjang sektor pendidikan

“Pendidikan, merupakan fokus pembangunan yang sangat penting bagi proses pembangunan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengalokasikan anggaran pendidikan di atas 20 persen dari APBD,” ujar Amril Mukminin.

Agar peraturan/kebijakan bidang pendidikan dapat terlaksana dengan optimal, Bupati mengingatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis untuk menuangkan peraturan tersebut dalam bentuk program dan kegiatan yang nyata dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, terutama dengan masyarakat pendidikan.

Amril Mukminin juga menegaskan kepada seluruh sekolah untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, baik dari sekolah SD, SMP, maupun SMA dan SMK yang kini telah berada dibawah Pemerintah Provinsi.

“Seluruh sekolah termasuk SMA atau SMK meskipun tidak di bawah Pemerintah Kabupaten Bengkalis lagi, kami minta untuk selalu berkoordinasi. Apa saja persoalan yang muncul sampaikan. Karena dengan adanya komunikasi yang baik dapat menyelesaikan segala persoalan tersebut,” pungkasnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Najmul Akhyar

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER