BPJS Minta Warga Laporkan Anggota Keluarga Meninggal


MEDAN, SERUJI.CO.ID – Warga yang anggota keluarganya telah meninggal dunia diminta untuk segera melaporkan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, bila tidak dilaporkan, iuran peserta yang ditagih setiap bulan akan tetap terus berjalan.

“Jika anggota keluarganya meninggal, kita minta segera lapor ke BPJS Kesehatan, dan menyerahkan kartunya supaya tagihannya bisa dihentikan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Ari Dwi Aryani, Senin (13/11).

Ari menyebutkan, untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) biasanya kartunya akan ditahan Rumah Sakit (RS) saat meninggal dunia.

“Selanjutnya, verifikator BPJS Kesehatan yang ada di Rumah Sakit yang langsung akan menyerahkan kartu tersebut ke kantor BPJS Kesehatan. Kalau peserta PBI maupun pegawai negeri sipil (PNS), mereka tidak menyerahkan langsung kartu pesertanya ke BPJS, tetapi akan melalui pihak Rumah Sakit,” jelasnya.

Akan tetapi, sambung Ari, bagi peserta mandiri, Rumah Sakit tidak berhak untuk menahan kartu pasien BPJS Kesehatan yang meninggal dunia. Apalagi jika tidak ada tunggakan atau denda yang harus dilunasi.

“Tidak, rumah sakit tidak berhak menahan kartu pasien. Untuk apa juga menahàn kartu pasien?” tegasnya.

Karena itulah, dia mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan keluarga, sanak saudara dan kerabat yang meninggal di Rumah Sakit agar segera melapor ke kantor BPJS Kesehatan. Hal itu guna menghindari tetap berjalannya iuran kepesertaan setiap bulan.

“Intinya kalau pasien meninggal harus dlaporkan ke BPJS Kesehatan. Segera setelah meninggal agar tagihan dihentikan. Kalau tidak dilaporkan, maka iurannya tetap berjalan, dan harus dibayar keluarga yang masih hidup,” bebernya. (Mica/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close