BIN Bantah Terlibat Isu Penyadapan Telepon SBY – KH. Ma’ruf Amin

163
KETUA MUI TERPILIH

Jakarta, Seruji.com. Menyusul klaim terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyatakan memiliki bukti bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menerima telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hari ini BIN mengeluarkan rilis yang menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari BIN.

“Melalui klarifikasi resmi ini, terkait informasi tentang adanya komunikasi antara Ketua MUI dengan Bapak DR. H. Susilo Bambang Yudhoyodo yang disampaikan oleh Kuasa Hukum Bapak Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan tanggal 31 Januari 2017, maka bersama ini BIN menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari BIN,” demikian tertulis dalam point ke-6 rilis yang diterima Seruji. Seluruh isi rilis tersebut ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri dengan kalimat TTD Deputi VI-BIN (Deputi VI Komunikasi dan Informasi BIN Sundawan Salya -red)

Berikut kutipan utuh pers rilis dari BIN yang diterima Seruji.com sore ini:

BADAN INTELIJEN NEGARA
DEPUTI VI

RILIS BERITA TENTANG ISU PENYADAPAN

MENYIKAPI BEREDARNYA ISU PENYADAPAN YANG MENGAITKAN DENGAN INSTITUSI BIN, PERLU DISAMPAIKAN PENJELASAN BEBERAPA HAL SEBAGAI BERIKUT:

  1. BAHWA PERNYATAAN SDR. BASUKI TJAHAJA PURNAMA DAN PENASIHAT HUKUMNYA PADA PERSIDANGAN TANGGAL 31 JANUARI 2017 TERKAIT ADANYA INFORMASI TENTANG KOMUNIKASI ANTARA K.H MA’RUF AMIN DENGAN BAPAK DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, TIDAK DISEBUTKAN SECARA TEGAS APAKAH DALAM BENTUK KOMUNIKASI VERBAL PERCAKAPAN SECARA TELEPON LANGSUNG ATAUKAH DIPEROLEH MELALUI PENYADAPAN.
  2. INFORMASI TERSEBUT MENJADI TANGGUNGJAWAB SDR. BASUKI TJAHAJA PURNAMA DAN PENASIHAT HUKUM YANG TELAH DISAMPAIKAN KEPADA MAJELIS HAKIM DALAM PROSES PERSIDANGAN TERSEBUT.
  3. BAHWA SDR. BASUKI TJAHAJA PURNAMA SUDAH MENYAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF KEPADA K.H. MA’ARUF AMIN DAN SUDAH DITERIMA SERTA DIMAAFKAN OLEH K.H. MA’ARUF AMIN. SDR. BASUKI TJAHAJA PURNAMA JUGA TELAH MELAKUKAN KLARIFIKASI BAHWA INFORMASI YANG DIJADIKAN SEBAGAI BUKTI DALAM PERSIDANGAN BERITA YANG BERSUMBER DARI MEDIA ONLINE liputan6.com EDISI TANGGAL 7 OKTOBER 2016.
  4. BERDASARKAN UU NO. 17 TAHUN 2011 TENTANG INTELIJEN NEGARA, BIN MERUPAKAN ELEMEN UTAMA DALAM SISTEM KEAMANAN NASIONAL UNTUK MEMPERTAHANKAN KESATUAN DAN PERSATUAN NKRI.
  5. DALAM MENJALANKAN TUGAS, PERAN DAN FUNGSINYA, BIN DIBERIKAN KEWENANGAN UNTUK MELAKUKAN PENYADAPAN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN, DENGAN MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI DEMOKRASI DAN HAK ASASI MANUSIA, NAMUN YANG DILAKUKAN HANYA UNTUK KEPENTINGAN PENYELENGGARAAN FUNGSI INTELIJEN DALAM RANGKA MENJAGA KESELAMATAN, KEUTUHAN, DAN KEDAULATAN NKRI YANG HASILNYA TIDAK UNTUK DIPUBLIKASIKAN APALAGI DIBERIKAN KEPADA PIHAK TERTENTU.

MELALUI KLARIFIKASI RESMI INI, TERKAIT INFORMASI TENTANG ADANYA KOMUNIKASI ANTARA KETUA MUI DENGAN BAPAK DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO YANG DISAMPAIKAN OLEH KUASA HUKUM BAPAK BASUKI TJAHAJA PURNAMA DALAM PERSIDANGAN TANGGAL 31 JANUARI 2017, MAKA BERSAMA INI BIN MENEGASKAN BAHWA INFORMASI TERSEBUT BUKAN BERASAL DARI BIN.

TTD
DEPUTI VI – BIN

Reportase: Nurur RB, kontributor Seruji Jabar

loading...

5 KOMENTAR

  1. BIN bantah, tapi di point 3 masih diusahakan utk membela/melindungi Ahok. Saya terus terang semakin curiga ? Kata Ahok dan pengacaranya mereka punya bukti percakapan. Tak tersirat sedikitpun bahwa sumber infonya dari media online. Itu hanya alasan belakangan. Tuntut saja Ahok dan pengacaranya utk kasus penyadapan ini. Allahu Akbar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama