Begini Omelan Edy Saat Ditanya Soal Rangkap Jabatan Ketum PSSI dan Gubernur Sumut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Rangkap jabatan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang juga sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah jadi perbincangan berbagai kalangan. Dan sudah banyak pihak yang mempertanyakan dan menyarankan Edy untuk mundur sebagai Ketum PSSI setelah dilantik sebagai Gubernur pada 5 September lalu.

Kali ini pertanyaan yang sama diajukan oleh pembawa berita Kompas TV, Aiman Witjaksono kepada Edy dalam acara Kompas Petang yang tayang Live pada Senin (24/9) petang.

Dalam acara itu Edy diwawancarai dalam kapasitasnya sebagai Ketum PSSI terkait kasus tewasnya suporter Persija, Haringga Sirla, yang dikeroyok suporter Persib sebelum laga Persib vs Perjija di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Ahad (23/9) kemarin.

“Terakhir pak pertanyaan saya. Anda kan sekarang menjadi Gubernur Sumatera Utara. Apakah anda merasa terganggu ketika tugas anda, tanggungjawab anda, menjadi Gubernur, kemudian juga jadi Ketua Umum PSSI,” tanya Aiman.

Hening sejenak Edy kemudian menjawab dengan ketus pertanyaan Aiman.

“Apa urusan anda menanyakan itu,” jawab Edy.

Aiman kemudian menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut hanya untuk menanyakan apakah Edy merasa terganggu dengan rangkap jabatan tersebut. “Ini pertanyaan yang sederhana sesungguhnya pak Edy,” ujar Aiman.

“Bukan hak anda juga bertanya kepada saya,” jawab Edy kembali dengan nada ketus.

“Wartawan punya hak bertanya apa saja pak Edy,” kejar Aiman.

“Saya juga punya hak untuk tidak menjawab,” balas Edy.

Dalam pantauan SERUJI, Senin (24/9) pukul 20.00 WIB jawaban Edy “Apa urusan anda menanyakan itu” tersebut, kemudian menjadi trending topik di twitter dan menjadi perbincangan warganet.

Berikut video lengkapnya;

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Berdagang Kemiskinan

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER