Baru Diresmikan Presiden Jokowi, Tol Surabaya-Mojokerto Malah Sepi Pengguna

0
398
  • 40
    Shares
Tol Surabaya-Mojokerto
Presiden Jokowi saat peresmian tol Surabaya-Mojokerto, Selasa (19/12/2017). (foto:doc setkab)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Tol Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo) yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi tahun lalu, 19 Desember 2017, hingga saat ini dirasakan sepi pengguna, diluar perkiraan sebelumnya.

“Dulu ketika tol Sumo belum beroperasi masyarakat berharap agar segera dioperasikan. Namun, setelah beroperasi ternyata sepi. Hal ini sangat ironis sekali,” ungkap Kepala Dinas Binamarga Pemprov Jatim Gatot Sulistyo Hadi saat ditemui SERUJI, Rabu (14/2).

Keberadaan jalan Tol berbayar tersebut, menurut Gatot, belum membawa dampak untuk mengurangi beban jalan arteri yang ada.

Loading...

“Jalan regular arteri nasional mulai dari Mengkreng sampai Mojokerto arus lalu lintas tiap hari sudah diatas 40 ribu. Sangat padat sekali, sedangkan yang berbayar arus lalu lintas tiap harinya 9000 ribu lebih. Perbedaannya sangat jauh sekali,” jelasnya

Pemprov Jatim, kata Gatot, telah melakukan kajian untuk mencari penyebab sepinya jalan tol tersebut, dan ditemukan penyebabnya adalah mahalnya tarif tol yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Oleh sebab itu, kami cari benang merahnya yaitu adanya tarif tol yang mahal tersebut,” terangnya.

Diungkapkan oleh Gatot, Gubernur Jatim Soekarwo telah menyurati Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU (Pekerjaan Umum) untuk mengkaji ulang keberadaan tarif tol yang baru dioperasikan tersebut.

“Surat dikirimkan ke Jakarta pada Selasa, 6 Februari lalu untuk ditinjau ulang tarifnya. Hal ini semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Jatim,” ungkapnya.

Mantan kepala biro AP (Administrasi Pembangunan) Pemprov Jatim ini mengatakan Pakde Karwo, sapaan Soekarwo, telah melihat tarif tol Sumo yangmerupakan pintu masuk dari arah barat terlalu mahal.

Dijelaskan Gatot, pemerintah pusat telah menetapkan tarif untuk golongan I, yang merupakan golongan tol Sumo, sebesar Rp 1.050 per km untuk tahun 2017. Mengacu ke tarif tersebut mestinya tarif tol Sumo adalah Rp1.050 dikali total panjang tol, 36,27 km, dimana ditaksir sekitar Rp38 ribu.

”Justru di Mojokerto (ditetapkan) Rp 1.160 per km untuk tahun 2017. Ini lebih mahal sehingga kami usulkan ditinjau ulang,” tandasnya.

Gatot berharap dengan turunnya tarif tol tersebut distribusi perekonomian angkutan barang dan jasa bisa berjalan dengan baik dan cepat. (Setya/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama