Abaikan Polemik, Panglima TNI Perintahkan Nobar Film G30S/PKI

Gatot menegaskan bahwa sejarah itu tidak boleh mendiskreditkan. Apa yang dia perintahkan dalam hal gerakan nobar film G30S/PKI, menurut Gatot, hanya untuk mengingatkan saja.

“Ini merupakan merupakan peringatan pada anak bangsa jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali. Semua sangat meyakitkan, bukan mendiskreditkan siapa bukan. Tapi agar seluruh anak bangsa generasi muda terutama, mengetahui bahwa kita pernah punya sejarah yang hitam dan banyak korbannya,” kata Gatot.

Dengan pemutaran ulang film yang bercerita pengkhianatan dan kekejaman PKI tersebut, ia berharap agar itu menjadi pelajaran bagi anak bangsa, sehingga hal serupa tidak sampai terulang kembali.

“Bukan tidak mungkin (terjadi), tapi jangan sampai ini terulang kembali. Itu saja tujuannya, orang mempersepsikan lain itu terserah saja, tidak masalah. Bagi kami, bagi saya, (tujuan) hanya mengingatkan agar jangan sampai terulang kembali. Dengan menonton ini diharapkan agar masyarakat bisa mengingat kembali, jangan terprovokasi, jangan sampai terpengaruh apapun juga, mari bersama-sama merekatkan kesatuan dan persatuan,” ujarnya.

Seperti diketahui, film Pengkhianatan G30S/PKI dibuat tahun 1984. Pada September 1998, Menteri Penerangan Yunus Yosfiah mengumumkan film ini dihentikan peredaran dan pemutarannya karena berbau rekayasa sejarah dan mengkultuskan seorang presiden.

Rencananya, pemutaran film dilakukan pada 30 September mendatang.

TNI AD telah mengirim surat edaran ke seluruh jajarannya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (Ant/SU02)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

4 KOMENTAR

  1. Yg menganjurkan itu adalah panglima dan yg akan menonton film G30S/PKI adalah TENTARA, kok kalian katakan film itu tdk pantas ditonton krn ada unsur “KEKERASAN”. Sekali lagi saya bilang “YG AKAN NONTON ITU TENTARAAAA…..!!” bukan bayi apalagi orok.

    Pun jika di film itu ada kekerasan yg dilakukan kaum Komunis dan yg menonton anak didik, memang ada masaalah apa ? Apakah “sumbu” kalian memprediksi bahwa film ini akan berpengaruh ke psikologis tentara dan anak didik ????????

    Penting utk kalian ketahui, pelajaran sejarah PKI sdh dihapuskan sejak “nenek2” jadi presiden, sejak partai kafir/munafik berkuasa. Dan film inilah satu2nya yg tersisa agar anak bangsa ini mengingat kembali sejarah hitam masa lalu ?

    Jika film G30S/PKI kalian anggap tak pantas lalu film dan sinetron yg beraroma kekerasan, mistik, tipu menipu, kasar, hedonisme, yg berpuluh tahun diputar oleh TV2 kafir, acara2 yg banyak diisi oleh para pelacur yg selalu mengumbar paha dan dada, kalian anggap tdk merusak mental generasi sehingga kalian diam seribu bahasa ?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER