Letkol (Kes) dr. Aries Alpendri, Sp U,

Letkol (Kes) dr. Aries Alpendri, Sp U, dokter Spesialis Urologi ini terlahir di Bogor pada 10 April 1971. Dokter yang mengabdi di Angkatan Udara ini sedari kecil memang bercita-cita menjadi tentara. Sehingga pada tahun 1998 setelah lulus dokter pun keinginannya untuk menjadi tentara disalurkan dengan mendaftarkan diri sebagai dokter tentara.

Dokter yang bidang spesialisasinya fokus mengurusi permasalahan kesehatan pada sistem reproduksi pria dan sistem saluran kemih (ginjal-ureter-kandung kemih-uretra) baik pria maupun wanita ini mengawali pendidikan militernya di Akademi Militer, Magelang. Banyak hal yang dapat beliau pelajari disana, terutama tentang kedisplinan.

“Saya menjadi lebih disiplin dalam segala hal, terutama waktu,” kata dokter alumni SMAN 6 Pekanbaru ini kepada SERUJI.

Sebagai dokter AURI beliau mempunyai fungsi tambahan yang tidak dibebankan pada dokter sipil, yaitu memberikan dukungan kesehatan pada anggota AURI, baik untuk latihan perang maupun untuk penerbangan.

Suami dari Mersa Yulistianti ini ditugaskan pertama kali sebagai kasi Kesehatan Lanud Tanjung Pinang pada tahun 1999. Seperti anggota AURI pada umumnya, dokter pun juga mendapat giliran mutasi ke berbagai daerah, maka tiga tahun kemudian beliau dipindah tugaskan ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Esnawan Antariksa Jakarta juga selama 3 tahun.

Selanjutnya dimutasi ke luar Jawa di RSAU Lanud Samsudin Noor Banjarmasin, dua tahun setelahnya pindah di RSAU Dr Efram Harsana Lanud Iswahjudi Madiun selama tiga tahun, dan sejak tahun 2016 dr. Aries bertugas di RSAU dr Siswanto Lanud Adi Sumarmo Solo dan masih berlanjut sampai sekarang.

Anak istrinya selalu bisa menyertai kemanapun beliau bertugas.

Pangkatnya di AURI nya dimulai dari letnan Dua Kesehatan/Letda (Kes), dan sekarang sudah perwira menengah dengan pangkat Letnan Kolonel Kesehatan/Letkol (Kes).

Dokter yang hobi olahraga jogging ini sangat mencintai profesinya, sehingga dalam menjalani tugasnya sehari-hari termasuk didalamnya melakukan operasi tidak dijadikannya sebagai beban tapi justru dianggap sebagai hobi.

Dalam menjalani kehidupannya, dokter alumni UI ini berusaha untuk ikhtiar semaksimal yang beliau bisa, karena ayah dari 4 orang anak ini percaya bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ( QS. Ar-Ra’d ayat 11) dan bila sedang mengalami kesulitan maka beliau yakin pasti akan ada kemudahan (QS. Asy Syarh).

DATA PRIBADI
Nama: Letkol Kes dr. Aries Alpendri, SpU
TTL: bogor 10 April 1971
Istri: mersa yulistianti
Anak:
Arsyad Ghudzamir Afif
Fayyadlah Khuzaimi Putri
Muhammad Ghaisan Syathir
Farhanna Adreena Sheza

RIWAYAT PENDIDIKAN
SDN 02 Rengat, Indragiri Hulu, Riau ( lulus tahun 1983)
SMPN 1 Rengat, Indragiri Hulu, Riau (lulus tahun 1986)
SMAN 6 Pekanbaru, Riau ( lulus tahun 1989)
FK Universitas Andalas, Padang, Sumbar (lulus tahun 1998)
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) progran studi Urologi FKUI ( lulus tahun 2010)

RIWAYAT PEKERJAAN
Kasi Kes Lanud Tanjung Pinang (1999-2002)
RSAU Esnawan Antariksa Jakarta (2002-2005)
RSAU Lanud Samsudin Noor Banjarmasin (2011-2013)
RSAU Dr Efram Harsana Lanud Iswahjudi Madiun (2013-2016)
RSAU dr Siswanto Lanud Adi Sumarmo Solo (2016- sekarang)

Letkol (Kes) dr. Aries Alpendri, Sp U, adalah anggota Koperasi (pers) Swamedia Mitra Bangsa dari Pengda Jawa Tengah.

 

(dr. Endang S/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER