Tingkatkan Akreditasi, Menristekdikti Imbau PTS Bergabung

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengimbau pengurus yayasan yang memiliki perguruan tinggi swasta lebih dari satu dan mengalami kesulitan meningkatkan akreditasi agar segera bergabung.

“Perguruan tinggi swasta (PTS) yang telah beberapa kali mengupayakan peningkatan akreditasi C ke B namun tidak juga memenuhi persyaratan sebaiknya bergabung dengan PTS lain terutama dari satu yayasan sehingga bisa lebih baik,” kata Menristekdikti pada pembukaan Rapat Kerja Pimpinan PTS se-Kopertis Wilayah II Sumbagsel dan sosialisasi Asian Games 2018 di Griya Agung Palembang, Jumat (6/4) malam.

Menurut dia, berdasarkan fakta penggabungan PTS di berbagai daerah cukup efektif untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan itu dan bisa dengan mudah memenuhi persyaratan untuk mengajukan ulang peningkatan akreditasi.

“Saya sangat prihatin melihat masih banyaknya PTS yang akreditasinya C, untuk mempercepat peningkatan kualitas lembaga pendidikan tinggi di negara ini akan dilakukan pendampingan oleh tenaga ahli dari Kemenristekdikti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, PTS yang sulit meningkatkan akreditasi jangan memaksakan diri untuk bertahan dengan kondisi tersebut, pengelola yayasannya harus segera mencarikan solusi yang terbaik dan menentukan sikap menggabungkan beberapa lembaga pendidikan yang dimiliki atau bergabung dengan lembaga pendidikan milik yayasan lain yang bisa diajak kerja sama memperbaiki kualitas akreditasi.

Sedangkan PTS yang memiliki kemampuan memperbaiki akreditasinya dari C ke B bahkan yang telah terakteditasi B oleh BAN-PT akan dibantu melakukan peningkatan akreditasi ke tingkat yang lebih tinggi.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah II Sumbagsel Slamet Widodo menyatakan hingga 2018 ini masih banyak perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung yang nilai akreditasinya cukup (C).

“Sekarang sekitar 40 persen PTS di wilayah kerjanya memiliki akreditasi dengan nilai C. Kondisi tersebut cukup memprihatinkan dan perlu dilakukan berbagai upaya peningkatannya,” ujarnya.

Untuk meningkatkan akreditasi minimal nilainya baik (B), pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap PTS dan mendorong melakukan akreditasi ulang (reakreditasi) bahkan bila perlu didorong untuk merger jika tidak memungkinkan bisa ditingkatkan lagi kualitas dan fasilitas pendukungnya.

Selain berupaya mendorong perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya meningkatkan akreditasi program studi, pihaknya juga berupaya mendorong mengajukan akreditasi institusi.

Akreditasi institusi penting dimiliki oleh PTS karena sebagai petunjuk lembaga pendidikan memiliki fasilitas pendukung proses belajar mengajar dan sumber daya manusia yang memadai, ujar Widodo. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER