Sinetron Anak Langit Mendapat Surat Teguran dari KPI

1
244
anak langit
KPI mengeluarkan Surat Peringatan Tertulis untuk Sinetron Anak Langit

JAKARTA – Sinetron “Anak langit” yang tayang perdana 20 Februari 2017 di SCTV dinilai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan anak dan remaja yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program siaran (P3SPS).

Melalui penjelasannya di akun twitter @KPI_Pusat, bahwa Sinetron “Anak Langit” pada tayangan tanggal 20 Februari banyak menampilkan muatan yang mengarah pada kekerasan (perkelahian) dan perilaku tidak pantas (balapan motor/kebut-kebutan) yang dikhawatirkan bisa memberikan pengaruh buruk bagi khalayak yang menonton.

Atas dasar pertimbangan tersebut maka sinetron “Anak Langit” yang dibintangi oleh Ammar Zoni dan Ranty Maria ini mendapat Surat Peringatan Tertulis pada tanggal 7 Maret 2017 serta memberi kesempatan kepada pihak terkait untuk melakukan evaluasi internal atas program siaran tersebut.

KPI mengharapkan kedepan sinetron “Anak Langit” dapat mengikuti P3SPS yang berlaku dan memperbaiki konten siaran dengan senantiasa menayangkan hal-hal yang bermuatan nilai-nilai pendidikan dan ilmu pengetahuan, nilai-nilai sosial budaya, budi pekerti, hiburan, apresiasi estetik dan penumbuhan rasa ingin tahu remaja terhadap lingkungan sekitar.

KPI memiliki kewenangan menyusun dan mengawasi berbagai peraturan penyiaran yang menghubungkan antara lembaga penyiaran, pemerintah dan masyarakat. Dalam menjalankan kewenangannya KPI berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga negara lainnya karena spektrum pengaturannya yang saling berkaitan.

KPI juga menampung dan menindaklanjuti segenap bentuk apresiasi masyarakat terhadap lembaga penyiaran. Kasus pemberian surat teguran tertulis pada sinetron “Anak Langit” ini salah satu dasarnya adalah adanya aduan dari masyarakat. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar kewenangan KPI dalam pengawasan bisa lebih optimal.

Selain sinetron “Anak Langit”, KPI juga sudah banyak mengeluarkan surat teguran untuk tayangan yang tidak mematuhi P3SPS diantaranya Selebrita Siang, Insert Pagi, Halo Selebriti, Big Movies dan lain-lain.

KPI Pusat periode 2016-2019 diketuai oleh Yuliandre Darwis tokoh akademisi yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Peduli Penyiaran oleh KPI pada tahun 2016. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas.

EDITOR: Iwan Y

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Endun Abdul Haq

Persyaratan Administrasi Seluruh Cagub/Cawagub Jabar Belum Lengkap

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan berkas persyaratan administrasi seluruh pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018-2023...
Sugeng Purwanto

Pasca-Penyitaan Jutaan PCC, Polres Sidoarjo Ajak Warga Antisipasi Peredaran Narkoba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pasca penggrebekan oleh Polres Sidoarjo, Rabu (17/1), di rumah kontrakan di Desa Sawocangkring, Wonoayu, Sidoarjo, yang diduga sebagai tempat penyimpanan jutaan...
mui

MUI Sayangkan MK Setarakan Agama dan Kepercayaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyetarakan agama dan aliran kepercayaan, sebagaimana tertuang dalam putusan MK untuk kolom agama...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...