Pandai Berbahasa Daerah? Yuk Ikuti Festival Bahasa Ibu

JAKARTA – Tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan dua agenda besar kebahasaan, yaitu Seminar Nasional Bahasa Ibu dan Festival Bahasa Ibu. Menariknya, peserta Festival Bahasa Ibu adalah putra/putri daerah berusia antara 7 s.d 11 tahun yang dapat berbicara dan bercerita dengan bahasa daerah, serta mampu berbahasa Indonesia.

Dalam Festival Bahasa Ibu, peserta harus menyiapkan cerita rakyat dari daerah asalnya dan menceritakannya kembali dalam bahasa daerah sekitar 5-10 menit. Selain itu, peserta juga akan mewawancarai seorang tokoh dan melaporkan hasil wawancaranya dalam bahasa daerah sekitar 5-10 menit. Selama mengikuti Festival Bahasa Ibu, peserta harus memakai pakaian adat dari daerah asalnya.

Untuk memeriahkan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, Kemendikbud melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menurut release yang diterima SERUJI, juga akan menyelenggarakan Seminar Nasional Bahasa Ibu Tahun 2017. Seminar Nasional Bahasa Ibu mengambil tema “Peningkatan Vitalitas Bahasa Daerah untuk Memperkokoh Bahasa Indonesia”, dan akan berbentuk seminar sehari berbentuk plenary dan panel.

Di dalam sesi plenary dihadirkan satu pembicara kunci yang hadir di awal seminar. Sesi panel terdiri dari dua jenis, yakni dua panel pleno yang menghadirkan dua pembicara untuk setiap panel serta satu panel paralel untuk tiga kelompok (setiap kelompok tiga pembicara). Peserta Seminar Nasional Bahasa Ibu adalah akademisi, mahasiswa, siswa, budayawan, wartawan, pakar bahasa, dosen, pemerhati pendidikan, dan pegawai Kemendikbud.

Pendaftaran peserta Festival Bahasa Ibu dan Seminar Nasional Bahasa Ibu dapat melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Bahasa Kemendikbud, di Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Purwaningsih (081286888290) dan Devi Luthfiah (087885521497).

EDITOR : Yus Arza

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Mengenal Perbedaan Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Beserta Hal Menarik Lainnya

Salah satu suku di Indonesia yang cukup unik karena konsistensinya menjaga alam dan memegang teguh adat istiadat.