Mendikbud: Kehumasan dan Layanan Informasi Penting dalam Instansi Pemerintah

0
26

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Informasi dan Kehumasan di lingkungan Kemendikbud. Dalam sambutannya di pembukaan rakor tersebut, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, kehumasan dan informasi merupakan salah satu bagian yang penting dalam suatu organisasi, termasuk instansi pemerintah.

“Kehumasan dan informasi saya kira merupakan bagian yang sangat strategis dan vital dalam organisasi kita. Ini harus kita benahi terus-menerus karena menjadi bagian dari sisi ekspansi kita,” ujar Mendikbud di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Senin (13/2/2017).

Ia mengatakan, dalam menjalankan organisasi ada dua kegiatan utama, yakni konsolidasi dan ekspansi. Konsolidasi berarti melakukan penataan internal, sedangkan ekspansi berarti melakukan pengembangan atau perluasan cakupan dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini, katanya, kehumasan menjadi bagian dari ekspansi.

Mendikbud juga menambahkan, antara konsolidasi dan ekspansi harus berjalan seiring. “Jangan sampai konsolidasi melulu, tapi tidak diekspos ke dunia luar (apa yang dikerjakan). Atau sebaliknya, pamer terus ke dunia luar, padahal tidak ada substansinya,” tuturnya sebagaimana dilansir Humas Kemendikbud .

Ia juga meminta agar informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat agar segera disampaikan, jangan sampai ditunda-tunda. “Semakin cepat suatu informasi disampaikan ke masyarakat akan semakin baik, sehingga tidak membuat masyarakat bertanya-tanya lebih lama,” ujar Mendikbud.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu juga meminta humas pemerintah untuk mampu menjalin kerja sama dengan media mainstream, atau media yang menjadi arus utama dalam memberikan informasi ke publik. Hal ini penting sebagai salah satu strategi untuk menangkal fenomena hoax atau berita palsu yang sekarang ini kerap dikonsumsi  masyarakat dengan mudah.

“Memang sekarang media sosial dan media lain penting, tapi media mainstream juga tetap masih penting karena masyarakat masih percaya dengan media mainstream, apalagi dihadapkan dgn isu hoax. Lalu jalinan kerja sama dengan wartawan juga harus dijalankan dengan baik,” katanya.

Terkait fungsi humas dalam melayani pengaduan masyarakat, Mendikbud mengimbau agar pengaduan tidak berhenti di tahap menampung pengaduan, melainkan bisa menggali informasi lebih dalam lagi terkait masalah yang diadukan. “Orang yang datang ke kita untuk mendapatkan pelayanan bukan hanya sebagai subjek yang butuh kita, tapi kita juga butuh mereka, kita gali informasi dari masyarakat yang mengadu. Kalau ada yang penting, sampaikan ke pimpinan supaya pimpinan bisa mengarahkan dan mengeksekusi dalam penyelesaian masalah,” kata Mendikbud.

Ia menuturkan, saat menerima pengaduan dari masyarakat, humas pemerintah harus bisa melakukan fact finding, atau mendapatkan fakta baru, sehingga bisa mendapatkan sesuatu yang bukan hanya dalam bentuk aduan, tetapi juga bisa menggali masalah internal yang harus dibenahi.

Mendikbud juga berpesan agar kualitas sumber daya manusia (SDM) kehumasan juga harus terus ditingkatkan. Tenaga kehumasan setidaknya harus bisa melakukan tiga hal utama, yaitu wawancara atau menggali informasi, menulis, dan memotret (fotografi). Seorang humas harus bisa menggali informasi, kemudian menulisnya menjadi sebuah berita atau fakta dengan gaya komunikasi yang baik, serta memotret untuk bisa memberikan informasi faktual dengan cepat.

“Ada fakta, ada narasi hasil investigasi, dan sekaligus ajukan solusi atau rekomendasi apa yang harus dilakukan. Kalau perlu tiap minggu diagendakan pertemuan agen-agen informasi di tiap unit utama untuk saling berbagi informasi,” kata Mendikbud. Ia berharap, kinerja kehumasan dan informasi di Kemendikbud bisa terus meningkat di masa mendatang.

Rakor Informasi dan Kehumasan di lingkungan Kemendikbud diselenggarakan oleh Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud. Rakor dihadiri perwakilan unit-unit utama eselon 1 dan 2 di Kemendikbud, dengan mengambil tema “Sinergi Komunikasi Publik dalam Menyosialisasikan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017”. Rakor Informasi dan Kehumasan ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 13 dan 14 Februari 2017 di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta. Beberapa hal yang dibahas antara lain strategi komunikasi, program kerja, serta anggaran publikasi dan sosialisasi kebijakan Kemendikbud

EDITOR : Yus Arza

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Ustadz Mokhammad Nasih

Tulisan Pesantren Dijual dan Isu Dolly Buka Kembali, Ini Klarifikasinya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Pondok Pesantren Jauharotul Hikmah (JH), ustadz Mokhammad Nasih melakukan klarifikasi tulisan yang akhir-akhir ini viral di media sosial terkait pemberitaan...
Rudi Suhartanto

Amankan Pilkades, DPMD Bentuk Panitia Pengawas

SERANG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 34 desa di Kabupaten Serang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 November mendatang. Sekretaris...

Jatim Jadi Tuan Rumah Workshop APPSI 2017

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Jawa Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop Assosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada tanggal 21-23 November 2017. Workshop yang...

KANAL WARGA TERBARU

Sanad Menghilangkan Fitnah Berita

Contoh, ada seorang yang mengabarkan sebuah berita :"Ada penyusup di HMI, jadi bertindak rusuh!". Yang membaca bisa salah persepsi. Ada yang memahami masuknya penyusup saat...

Fenomena Lepas Jilbab

Lepas jilbab dalam bahasan ini bermakna melepas jilbab dengan niat tidak menutup aurat yang seharusnya tidak diperlihatkan. Penekanannya bukan untuk menyalahkan pihak yang setuju...
KH. Luthfi Bashori

SELAGI PEMIMPIN ITU MASIH SHALAT, JANGAN DIPERANGI SECARA FISIK

Luthfi Bashori St. Ummul Mukminin St. Ummu Salamah Ra menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya akan diangkat penguasa di kalanganmu, lalu engkau ketahui mereka...