Masyarakat Perlu Berhati-hati memilih Homeschooling

JAKARTA – Masyarakat diingatkan agar berhati-hati dalam memilih yayasan atau lembaga yang menyelenggarakan homeschooling. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wilayah II Jakarta Utara, Mulyadi, di Jakarta, Jumat (3/3).

Lebih lanjut Mulyadi memberikan tips bagi orang tua yang ingin memilih penyelenggara homeschooling. 

Pertama, yang harus diteliti oleh orang tua terkait administrasi. Apakah lembaga penyelenggara homeschooling telah memiliki payung hukum sebagai lembaga resmi yang sudah terdaftar di Kemenkumham. Selain itu perlu juga diteliti apakah sudah Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang artinya sekolah sudah terdaftar di dinas pendidikan setempat.

Kedua, penyelenggara homeschooling haruslah memiliki kurikulum yang jelas, sehingga anak mendapatpak program belajar yang jelas.

Ketiga, penyelenggara homeschooling harus mempunyai guru yang telah bersertifikat kompetensi. “Artinya guru mempunyai kemampuan untuk mengajar,” kata Mulyadi sebagaimana dikutip dari Antara.

Mulyadi yang juga ketua Yayasan Tunas Karya Bangsa, mengatakan, hal itu perlu diperhatikan oleh orang tua agar anak benar-benar memperoleh pendidikan yang layak.

Selain itu, Mulyadi juga mengingatkan agar lembaga tidak hanya memberikan nilai tanpa proses pembelajaran yang baik kepada murid. Ia mengatakan masih banyak penyelenggara homeschooling yang memerlukan pembinaan.

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy