MA Nilai Indonesia Alami Krisis Keteladanan di Sekolah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –¬†Indonesia dinilai sedang mengalami krisis keteladanan di lingkungan sekolah terkait merebaknya kasus murid melawan guru.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP Generasi Muda Mathlaul Anwar (MA) Destika Cahyana di Jakarta, Selasa (6/2), mengatakan dalam tragedi meninggalnya Ahmad Budi Cahyono, guru seni rupa SMA 1 Torjun, Sumenep, Madura, Jawa Timur menunjukkan ada krisis keteladanan di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat pada orang dewasa yang kemudian diikuti oleh murid.

“Penghinaan terhadap orang yang lebih tua oleh orang yang lebih muda seringkali dipertontonkan di ruang publik baik di dunia nyata maupun dunia maya,” kata Destika.

Hal serupa terjadi di semua sektor bahkan pemerintahan, panggung politik, hingga di dunia pendidikan sendiri.

“Secara tidak langsung berbagai fenomena tersebut terekam di alam bawah sadar para siswa,” katanya.

Destika melihat kasus guru Budi dan murid pelaku pemukulan dapat dikatakan bahwa keduanya adalah korban dari dosa sosial seluruh masyarakat yang kerap mempertontonkan penghinaan terhadap institusi pribadi maupun individu yang selayaknya dihormati.

Terlebih ia menilai, jenjang sekolah menengah merupakan jenjang paling rentan dalam hal relasi guru dengan murid, terutama pada guru muda dan murid-murid berusia tua karena selisih usia hanya empat-tujuh tahun.

“Dengan demikian sekolah idealnya memiliki sistem untuk membangun budaya yang membuat siswa secara otomatis menghargai dan menghormati guru,” katanya.

Sistem dan budaya ini kata dia, yang harus dibina langsung dalam koordinasi kepala sekolah untuk memastikan berjalan dengan baik.

Ia menyarankan sekolah agar juga memastikan perlakuan sekolah terhadap semua guru setara baik yang berstatus PNS maupun honorer. Bahkan perbedaan status tersebut idealnya tidak ditunjukkan kepada siswa.

“Terakhir kita bersimpati kepada Guru Budi yang telah mengabdikan diri ini pada bangsa Indonesia. Di sisi lain sebetulnya gejala murid sekolah menengah berani melawan guru sudah mulai pada era 80-an hampir di semua daerah. Bahkan murid berkelahi dengan guru sering kita jumpai,” katanya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER