Fatherless Bagi Anak
Rita mengatakan fatherless memiliki dampak bagi anak laki-laki dan perempuan terutama untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Bagi anak laki-laki fatherless akan berdampak pada agresivitas anak yang dapat menyebabkan keterlibatan dalam “kenakalan remaja”. Peran ayah untuk memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi sangat penting bagi anak laki-laki, tapi sayangnya ayah belum banyak terlibat.
Padahal, kata dia, anak laki-laki membutuhkan informasi yang tepat tentang kesehatan reproduksi agar tidak terjerumus pada hal yang tidak baik. Data Kemensos tahun 2013 tentang prevalensi kekerasan, anak laki-laki lebih rentan untuk menjadi korban kekerasan fisik, psikologis maupun seksual. Kehadiran ayah akan mengurangi kerentanan anak menjadi korban maupun pelaku kekerasan.
Sedangkan bagi anak perempuan, lanjut dia, ketiadaan ayah akan berdampak pada pengelolaan emosi anak, sulit mengambil keputusan dan cenderung mencari pengganti figur ayah. Salah satu dampak yang dapat terjadi adalah pacaran berisiko bagi anak perempuan dan mencari figur yang dianggap nyaman sebagai pengganti figur ayah.
Maka dari itu, Rita mengingatkan pentingnya interaksi ayah terhadap anak meski dengan hal yang sederhana sekalipun agar dapat turut memberi dampak positif bagi pertumbuhan anak.
“Wahai para ayah, manfaatkan waktu kebersamaan dengan anak dengan sebaik-baiknya. Ayah perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang pengasuhan, komitmen untuk mengasuh dan waktu untuk membersamai anak-anak. Kehadiran teknologi misalnya video call tidak dapat menggantikan pentingnya kebersamaan dengan anak. Akhirnya, keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak akan sangat bermanfaat bagi generasi masa depan bangsa. Selamat Hari Ayah!,” kata dia. (Ant/SU02)
