Jonan: UMM Kampus Pelopor Penerapan EBT

53
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ignaius Jonan didampingi jajaran rektorat saat memantau pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Sengkaling milik UMM. (Foto: Rino/UMM)

MALANG – Kontribusi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus pelopor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) diapresiasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) Ignasius Jonan.

Hal itu disampaikan pada perhelatan kuliah umum dan workshop bertajuk “Capacity Building Energi Terbarukan” yang merupakan rangkaian acara Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang ESDM Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia di UMM, Selasa (21/2).

Dijelaskan Jonan, EBT dilaksanakan untuk menurunkan harga listrik agar dapat dijangkau masyarakat kecil. Saat ini, kata Jonan, setidaknya terdapat 2.500 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Selain itu, sebanyak 350 ribu rumah juga belum bercahaya saat malam hari. “Pada 2017 ini pemerintah menargetkan 95.729 rumah di Indonesia bagian timur teraliri listrik. Sementara pada 2018 mendatang, listrik akan dialirkan ke 255.250 rumah di 15 provinsi di Indonesia,” terang Jonan.

Jonan berharap, Pemuda Muhammadiyah dapat bersinergi dengan pemerintah untuk mensosialisasikan program tersebut. “Jika Pemuda Muhammadiyah ingin membantu kami mensosialisaikan program itu  ke 250 ribu desadi Indonesia, maka kami siap anggarkan dananya,” imbuh Jonan.

Menjawab tantangan Jonan, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan siap membantu pemerintah mensosialisasikan program strategis Kementerian ESDM itu. “Dari workshop ini juga akan lahir gerakan pemuda sadar energi yangkami sebut dengan Mujahid Sadar Energi,” imbuh Dahnil dalam sambutannya.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari pelaksanaan workshop ini, Pemuda Muhammadiyah juga akan menjadikan beberapa desa sebagai percontohan untuk menggunakan EBT berupa PLTMH.

Di sisi lain, Rektor UMM Fauzan menjelaskan, dalam bidang energi UMM telah mendapatkan pengakuan internasional di tingkat Asia berupa ASIAN Energy Award. Dengan adanya PLTMH, biogas dan pembangkit listrik tenaga matahari (solar cell), dapat turut membantu mengurangi biaya operasional perkuliahan mahasiswa UMM.

EDITOR: Yus Arza

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama