Indonesia dan Afghanistan Kerjasama di Bidang Pendidikan


JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Islam Afghanistan menyepakati kerja sama untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan. Kerjasama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dengan Menteri Keuangan Republik Islam Afghanistan Eklil Ahmad Hakimi di Istana Negara, Jakarta, pada hari Rabu 5 April 2017.

“Kerja sama ini akan mendorong dan memfasilitasi kegiatan pertukaran informasi dan publikasi ilmiah mengenai pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan kejuruan dan teknik melalui pendidikan formal, nonformal dan informal,” jelas Mendikbud selepas menandatangani MOU yang disaksikan kedua kepala negara.

Selain itu, jelas Muhadjir, pemerintah kedua negara akan melakukan pertukaran guru-guru dan murid-murid, serta tenaga ahli di bidang pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan kejuruan dan teknik melalui pendidikan formal, nonformal dan informal.

foto:istimewa/kemendikbud

“Pengembangan profesionalisme para guru dan kepala sekolah juga menjadi salah satu pokok bidang kerja sama,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Upaya memajukan pembelajaran, serta penelitian dan publikasi internasional juga menjadi salah satu pokok kerja sama kedua negara yang berlaku selama tiga tahun tersebut.

Pemerintah Indonesia terus mempererat kerja sama dengan negara-negara sahabat. Setelah bersepakat mempererat kerja sama dengan sejumlah negara seperti Perancis, Afrika Selatan, Sri Lanka, dan juga Arab Saudi, kini, sejumlah kesepakatan berhasil dicapai dengan Afghanistan.

Presiden Joko Widodo berpandangan bahwa Afghanistan merupakan negara yang memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia. Kedua negara juga telah menjalin hubungan yang baik selama 62 tahun.

Selain kerja sama di bidang pendidikan, empat Nota Kesepahaman lain yang berhasil disepakati dalam kunjungan kenegaraan perdana Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani ke Indonesia kali ini antara lain:
1.    Kerja sama antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Kementerian Pertanian, Irigasi, dan Peternakan Republik Islam Afghanistan di bidang pertanian;
2.    Kerja sama teknis antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan Kementerian Keuangan Republik Islam Afghanistan;
3.    Kerja sama antara Badan Pusat Statistik Republik Indonesia dengan Organisasi Pusat Statistik Republik Islam Afghanistan mengenai pemanfaatan dan pengembangan data statistik dan informasi teknologi, metodologi, serta sumber daya manusia di bidang statistik;
4.    Kerja sama antara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dengan Komisi Kepegawaian dan Reformasi Birokrasi Republik Islam Afghanistan mengenai kerja sama teknis di bidang reformasi administrasi publik, manajemen kepegawaian, serta pelatihan dan pengembangan kapasitas.

foto: istimewa/kemendikbud

Selain Mendikbud, turut hadir mendampingi Presiden dalam acara penandatanganan nota kesepahaman, diantaranya Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close