Suarez Siap Hadapi Portugal dan Ronaldo

RUSIA, SERUJI.CO.ID –  Uruguay yang telah menjuarai grup penyisihan Piala Dunia mereka, saat ini sepenuhnya fokus menghadapi Portugal dan Ronaldo, striker Luis Suarez mengatakan menjelang pertandingan putaran 16 Piala Dunia di Sochi, Sabtu (30/6).

Setelah menyingkirkan tuan rumah Rusia di pertandingan terakhir grup, Suarez dan rekan-rekannya di tim Uruguay tidak mau mengambil risiko saat mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi Portugal, juara Eropa yang dipimpin saingannya di La Liga, Cristiano Ronaldo.

“Laga ini menjadi sangat penting untuk difokuskan. Pengalaman masa lalu benar-benar untuk masa lalu. Anda harus fokus pada saat ini dan apa yang akan terjadi besok,” kata Suarez kepada wartawan.

“Ketika menghadapi persaingan dengan Ronaldo, kami semua melakukan yang terbaik untuk tim kami demi mencapai hasil terbaik. Ini adalah Piala Dunia, tentu saja kita semua harus bekerja untuk tim nasional kami. Semua orang akan memberikan yang terbaik untuk menang.” Pelatih tim nasional Oscar Tabarez juga waspada terhadap juara Eropa dan khususnya penyerang andalan mereka.

“Saya percaya Ronaldo adalah salah satu striker terbaik di dunia, dia memiliki potensi besar. Dalam merencanakan pertandingan, fokus pada lawan kami dan mempertimbangkan level yang dimiliki setiap pemain. Apa yang Ronaldo miliki dengan semua kualitasnya adalah bahwa dia merupakan pemimpin tim itu,” katanya.

“Tidak ada pemain tunggal yang dapat menahannya, bukan Godin atau siapa pun. Kami harus bekerja secara kolektif untuk mencoba membatasi efek yang bisa dia berikan,” tambah pelatih berusia 71 tahun itu.

Pemain lini depan Suarez mengecilkan permusuhan antara dirinya dan partner sesama penyerang Edinson Cavani, merujuk pada sejarah internasional bersama yang panjang dan dimulai sejak saat masih muda.

“Tidak ada sama sekali persaingan pribadi yang terlibat. Satu-satunya hal yang ingin kita capai adalah bahwa kita semua maju bersama dengan cara terbaik,” katanya.

Sejarah Piala Dunia Uruguay yang membanggakan termasuk kontes pada tahun 1930 dan 1950 dan finis di posisi keempat pada tahun 2010 bermakna harapan para fans sangat tinggi, dan Tabarez tidak mengatakan apa-apa untuk meredam antusiasme mereka.

“Kami harus fokus ketika menghadapi Portugal. Kami telah mempersiapkan cukup lama, selama 12 tahun kami telah bekerja dengan tim ini untuk mencapai tujuan kami selangkah demi selangkah,” Tabarez menjelaskan.

“Saya percaya kami akan lebih dekat dari sebelumnya untuk mencapai tujuan kami, dan kami ingin mencapainya di Piala Dunia saat ini,” katanya.(Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER