Pelatih Kolombia Prihatin Atas Cedera Rodriguez

RUSIA, SERUJI.CO.ID – Pelatih Kolombia Jose Pekerman mengatakan dirinya sangat prihatin setelah pengatur permainan mereka, James Rodriguez, terpaksa absen karena cedera dalam pertandingan grup terakhir Piala Dunia melawan Senegal pada Kamis (29/6).

Rodriguez hanya bermain selama 30 menit saat mereka menang dramatis 1-0 atas Senegal sebelum diganti pemain cadangan, membuat penampilannya dalam pertandingan babak 16 besar dalam keraguan.

Jika pemain depan, yang dipinjamkan ke Bayern Munich dari Real Madrid, gagal pulih tepat waktu untuk pertandingan selanjutnya, maka hal itu akan menjadi pukulan berat bagi tim Amerika Selatan tersebut.

Rodriguez adalah pemenang Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia ketika mereka mencapai babak perempat final di Brazil empat tahun lalu.

Dia memulai pertandingan Kolombia di bangku cadangan saat laga pertama mereka melawan Jepang karena dia masih merawat cedera betisnya. Tetapi ia kembali masuk lineup awal dengan penampilan gemilang saat pertandingan kedua mereka melawan Polandia.

“Apa yang bisa saya katakan adalah bahwa saya sangat prihatin, ini adalah situasi yang sulit bagi tim saya,” kata Pekerman kepada wartawan setelah Kolombia memastikan tiket mereka di babak selanjutnya.

“Ini tidak nyaman bagi kami. Dia berlatih secara normal sampai hari ini dan dia tetap tinggal setelah berlatih tendangan bebas dan penalti,” ungkapnya.

“Dia benar-benar fit dalam pelatihan dan di sesi latihan terakhir, tidak ada tanda-tanda cedera. Saat ini, saya tidak tahu di mana dia berdiri.” Kolombia akan kehilangan kreativitas dan kemampuan Rodriguez jika pemain itu terpaksa absen pada babak 16 besar, setelah mereka berusaha untuk menaklukkan Senegal sebelum sundulan Yerry Mina di menit ke-74 memastikan kemenangan dramatis.

Hasil itu mengirim Kolombia menjadi juara Grup H sementara Senegal tersingkir setelah memiliki catatan jumlah kartu kuning yang lebih banyak saat penentuan melalui fair play dari Jepang.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia bahwa sebuah tim tersingkir dari turnamen karena jumlah kartu kuning yang mereka kumpulkan.

Pekerman mengakui bahwa itu merupakan cara yang kejam untuk tersingkir dari Piala Dunia tetapi tidak lebih buruk daripada kalah dalam adu penalti.

“Kami semua tahu ketika kami hadir ke Piala Dunia bahwa ini adalah peraturan. Sungguh luar biasa berada dalam situasi ini dan sulit bagi tim untuk mengambil alih,” katanya.

“Seandainya kami berada di posisi mereka, kami pasti kecewa. Itu terjadi pada siapa pun di babak final atau semi final. Terkadang, final Piala Dunia diputuskan melalui adu penalti. Ini sangat sulit,” ungkapnya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER