Hadapi Uruguay, Pelatih: Portugal Tidak Ingin Bergantung pada Ronaldo

RUSIA, SERUJI.CO.ID – Pelatih Portugal Fernando Santos kembali menekankan pentingnya 22 pemain lain di sekitar bintang utama Cristiano Ronaldo saat mereka bersiap menghadapi Uruguay di babak 16 besar Piala Dunia, Sabtu (30/6).

Ketika pertanyaan tak terelakkan tentang rekor pencetak gol Portugal, Ronaldo, wajah pelatih berusia 63 tahun itu menyeringai.

“Saya baru saja mendapat kopi gratis, karena saya bertaruh pada pertanyaan ini! Saya mendapatkan kopi. Terima kasih atas pertanyaannya,” katanya saat konferensi pers.

“Semua orang tahu bahwa setiap tim di dunia bergantung pada pemainnya, dan tentu saja kami memiliki salah satu yang terbaik di dunia. Tetapi Anda dapat menanyakan pelatih Uruguay pertanyaan yang sama tentang Suarez, Cavani – Anda memiliki pemain hebat di setiap tim,” Santos menambahkan.

“Ini permainan tim. jika Ronaldo bermain sendiri, kami akan kalah. Kami harus kuat sebagai tim, sama seperti Uruguay kuat sebagai tim.” Sama seperti timnya sendiri, Santos percaya kekuatan Uruguay terletak pada kolektifitas, serta pelatihan cerdik Oscar Tabarez.

“Keutamaan terbesar dari tim Uruguay adalah bahwa mereka adalah Uruguay. Anda memiliki pelatih yang telah bekerja dengan mereka selama 12 tahun, sangat berpengalaman, sangat berkualitas tinggi,” katanya, seraya menambahkan bahwa mereka belum kebobolan gol di Piala Dunia 2018.

Santos mengecilkan saran bahwa para penggemar mungkin berada dalam permainan yang membosankan karena dua tim akan mengutamakan pertahanan yang ketat.

“Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang hebat, dua tim yang akan mencoba untuk menang, masing-masing menggunakan senjata mereka. Saya berharap ini akan menjadi pertandingan yang hebat,” katanya.

“Besok sangat berbeda dari babak penyisihan grup, di mana poin sangat penting – besok, entah Anda menang atau kalah.” Portugal membuka laga Piala Dunia mereka di Sochi dengan hasil imbang 3-3 yang menegangkan melawan Spanyol, dan gelandang Adrien Silver mengatakan timnya memiliki apa yang diperlukan untuk mencetak gol melawan barisan belakang Uruguay yang belum kebobolan tahun ini.

“Saya pikir itu menunjukkan organisasi mereka, tapi saya harap kita akan menjadi orang yang memecahkannya,” katanya.

“Saya pikir kami juga memiliki kualitas, secara individu dan terutama secara kolektif. Kami tahu bahwa kami akan menghadapi tim yang sangat kuat. Kami telah menilai kelemahan dan kekuatan mereka. Kami sangat siap,” tambah Silver. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER