Pasangan Aldila/Christopher Sumbang Emas Diajang Tenis Untuk Indonesia

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Pasangan ganda campuran Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat mengakhiri puasa gelar tenis Indonesia di Asian Games, usai pada ajang multicabang edisi 2018 ini memberi medali emas bagi Indonesia.

Medali emas tersebut dipastikan usai Aldila/Christopher memenangkan pertarungan melawan duet Thailand Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana di lapangan utama kompleks lapangan tenis Jakabaring, Palembang, Sabtu (25/8), dalam pertarungan tiga set yang berlangsung selama 102 menit berkesudahan dengan skor 6-4, 5-7, [10-7].

“Ini gelar perdana saya di Asian Games pertama saya dan ini saya persembahkan buat orang tua yang sudah banyak berkorban bagi saya dari kecil dan memberi dukungan atas apa yang kupilih yaitu karir tenis saya, tanpa mereka mungkin karir aku gak lanjut,” kata Aldila dalam konferensi pers selepas penyerahan medali di lapangan tenis Jakabaring, Palembang, Sabtu (25/8).

Dalam perjalanannya menuju juara, pasangan yang didapuk menjadi unggulan 11 ini, melalui laga perdananya dengan kemenangan atas Sarah Mahboob Khan/Muzammil Murtaza dari Pakistan dalam pertarungn dua set yang berkesudahan 6-3, 6-2 yang akhirnya memastikan langkah pasangan ini ke putaran tiga.

Di putaran tiga, pasangan Indonesia ini memastikan langkahnya ke perempat final dengan menumbangkan pasangan Thailand unggulan delapan Nicha Lertpitaksinchai/Sanchai Ratiwatana dalam pertarungan dua set selama 70 menit yang berkesudahan 7-5, 6-1 untuk melaju ke perempat final.

Di perempat final, Aldila/Christopher Rungkat menghadapi pasangan India unggulan empat Rohan Bopanna/Ankita Raina asal India yang kental dengan budaya tenisnya lewat pertarungan tiga set yang berkesudahan dengan skor 4-6, 6-3, [10-8] dan memastikan diri menembus semifinal.

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) yang sebelumnya menargetkan dalam Asian Games 2018 ini menggondol satu perunggu yang artinya sudah di tangan dengan Aldila/Christopher menembus semifinal.

Namun ternyata, mereka berhasil melanjutkan perjalanan dan menembus final usai menundukan pasangan Jepang Erina Hayashi/Kaito Uesugi 7-6(3), 6-4 di empat besar dan memastikan menjadi juara usai memenangkan partai finalnya.

Emas ini sendiri, merupakan emas kedua yang diraih Indonesia di nomor ganda campuran selama ajang Asian Games setelah terakhir didapatkan oleh duet Yayuk Basuki/Hary Suharyadi pada Asian Games 1990 di Beijing. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

The SOMAD Power

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.