Pemimpin Penipu Itu, Haram Masuk Surga

Artinya, seorang hakim atau pemimpin itu harus berlaku adil terhadap rakyatnya, karena pengambilan kebijakan yang salah terhadap rakyatnya dari seorang pemimpin, ibarat dirinya telah menyiapkan pisau untuk menggorok batang lehernya sendiri.

Namun, bagi seorang hakim atau pemimpin yang selalu menjaga amanah kepemimpinannya dengan berlaku adil serta memperhatikan kemashlahatan akhirat serta kemashlahatan dunia bagi seluruh rakyartnya, maka Allah yang akan melindungi dirinya baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sy. Abdullah bin Abi Aufa RA memaparkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah akan selalu bersama seorang hakim selama ia tidak menyimpang. Apabila ia menyimpang, maka Allah akan memberinya beban yang berat.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits lain, Sy. Buraidah RA memberitahukan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hakim itu ada tiga golongan. Segolongan di surga, sedangkan dua golongan di neraka. Hakim yang berada di surga adalah hakim yang mengetahui kebenaran lalu menghukum dengan kebenaran itu. Sedangkan hakim yang mengetahui kebenaran tetapi dia menyimpang (dari kebenaran itu) dalam keputusannya, maka dia di nereka. Dan hakim yang memutuskan hukum terhadap orang lain dengan (karena) kebodohan, maka dia pun di nereka.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud). Demikian juga dengan seorang pemimpin.

 

*) KH. Luthfi Bashori, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, yang juga Alumni Ma’had Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki di Makkah Al Mukarramah. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah MWC NU Singosari Malang merangkap sebagai Aktifis Komisi Hukum & Fatwa MUI Kab. Malang.

(Iwan S)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER