Membela Al Quran


Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tidak ada kejadian tanpa izin Alloh, tidak ada kejadian yang kebetulan karena semua kejadian sudah diketahui oleh Alloh dan tertulis di Lauhul Mahfudz. Semua kejadian ada dalam kekuasaan Alloh dan setiap kejadian pasti mengandung hikmah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Masih hangat dalam ingatan kita kejadian beberapa waktu yang lalu di mana ratusan ribu, ada yang menyebut sampai satu juta lebih, umat Islam turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya dalam membela Al Quran. Lautan kaum muslimin memadati ibu kota dengan niat aksi damai lillaahi ta’ala. Belum pernah terjadi peristiwa seperti ini sebelumnya di mana sekian banyaknya manusia berkumpul disebabkan satu hal yang sama yaitu hati yang terluka karena ada seseorang merendahkan Al Quran. Dan, kejadian itu sudah berlalu, meninggalkan catatan indah tentang aksi massa umat Islam yang bisa berlangsung dengan tertib, santun dan damai.

Alloh Swt. berfirman, “Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair, sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung, sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.” (QS. Al Haaqoh [69] : 41-43)

Al Quran adalah firman Alloh Swt., oleh karena itu setiap orang yang beriman kepada Alloh dan kitab-Nya akan sangat tersinggung dan terluka hatinya manakala Al Quran dilecehkan. Dan, menjadi hal yang sangat wajar jikalau umat Islam bereaksi seperti kejadian tempo hari.

Bagi kita umat Islam, kegiatan beberapa waktu yang lalu hanyalah salah satu cara saja dari sekian banyak cara kita membela Al Quran. Karena ternyata dari kejadian tersebut ada hikmah yang sangat besar bagi kita yaitu semakin banyak di antara kita yang membuka Al Quran hingga terjemah bahkan hingga tafsirnya. Semakin banyak diskusi kita mengenai ayat Al Quran dan nilai yang terkandung didalamnya. Maasyaa Alloh!

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close