Din Syamsuddin: Dunia Hadapi Gangguan Besar

MALANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin mengemukakan, saat ini dunia dihadapkan pada situasi yang disebut sebagai “Great Disruption” atau gangguan besar.

“Gangguan besar ini terutama karena adanya kerusakan-kerusakan yang bersifat akumulatif dalam kehidupan dunia. Baik berupa kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan, kesenjangan, sampai kekerasan dalam segala bentuknya. Termasuk kegoncangan kultural tsunami atau banjir budaya,” kata Din Syamsuddin ketika menjadi pembicara kunci dalam seminar pra-Tanwir Muhammadiyah di Auditorium BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jatim, Rabu (22/2).

Selain itu, lanjutnya, perang ideologi yang mengejawantah pada perang budaya adalah situasi yang niscaya terjadi. Termasuk dalam internal sebuah agama, terutama terkait dengan perbedaan pemahaman tentang adanya ajaran-ajaran beragama yang melahirkan madzab-madzab maupun aliran-aliran yang berbeda.

Menurut dia, karena kitab suci termasuk Alquran, memiliki watak ambivalen, yakni ayat-ayatnya dapat ditafsirkan. Ada ayat-ayat yang cenderung ditafsirkan dalam konteks yang positif, dan juga ada ayat-ayat yang cenderung dipahami secara negatif.

Oleh karena itu, kata Din, sebagai organisasi masyarakat Islam yang mendeklarasikan diri sebagai gerakan wasathiyah, Muhammadiyah diharapkan mampu memberikan solusi lewat jalan-jalan moderat atau konstitusional, bukan jalan yang ditempuh oleh gerakan ekstremis Islam.

Din juga menekankan pentingnya memperteguh watak gerakan Islam moderat Muhammadiyah di tengah pergulatan ideologi-ideologi dunia. “Ini penting agar kita tidak sampai menempuh jalan atau gerakan di luar rel,” urainya.

Sementara itu, Tanwir yang merupakan lembaga musyawarah tertinggi Persyarikatan Muhammadiyah setelah Muktamar akan mengangkat tema “Kedaulatan dan Keadilan Sosial Menuju Indonesia Berkemajuan”.

Menyinggung pelaksanaan sidang Tanwir Muhammadiyah, Din berharap warga Muhammadiyah tetap pada pengembalian pemahaman Islam moderat yang selama ini sudah baik.

Seminar dalam rangka menyambut Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada 24-26 Februari 2017 itu menghadirkan sejumlah pembicara lain. Di antaranya Prof Syafiq A Mughni dipanel dengan Prof Dr Masdar Hilmy yang membahas materi “Peneguhan Identitas Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Moderat”.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER