Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Din Syamsuddin: Dunia Hadapi Gangguan Besar

0
82
Din Syamsuddin
Din Syamsuddin. (Foto: Istimewa)

MALANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin mengemukakan, saat ini dunia dihadapkan pada situasi yang disebut sebagai “Great Disruption” atau gangguan besar.

“Gangguan besar ini terutama karena adanya kerusakan-kerusakan yang bersifat akumulatif dalam kehidupan dunia. Baik berupa kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan, kesenjangan, sampai kekerasan dalam segala bentuknya. Termasuk kegoncangan kultural tsunami atau banjir budaya,” kata Din Syamsuddin ketika menjadi pembicara kunci dalam seminar pra-Tanwir Muhammadiyah di Auditorium BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jatim, Rabu (22/2).

Selain itu, lanjutnya, perang ideologi yang mengejawantah pada perang budaya adalah situasi yang niscaya terjadi. Termasuk dalam internal sebuah agama, terutama terkait dengan perbedaan pemahaman tentang adanya ajaran-ajaran beragama yang melahirkan madzab-madzab maupun aliran-aliran yang berbeda.

Menurut dia, karena kitab suci termasuk Alquran, memiliki watak ambivalen, yakni ayat-ayatnya dapat ditafsirkan. Ada ayat-ayat yang cenderung ditafsirkan dalam konteks yang positif, dan juga ada ayat-ayat yang cenderung dipahami secara negatif.

Oleh karena itu, kata Din, sebagai organisasi masyarakat Islam yang mendeklarasikan diri sebagai gerakan wasathiyah, Muhammadiyah diharapkan mampu memberikan solusi lewat jalan-jalan moderat atau konstitusional, bukan jalan yang ditempuh oleh gerakan ekstremis Islam.

Din juga menekankan pentingnya memperteguh watak gerakan Islam moderat Muhammadiyah di tengah pergulatan ideologi-ideologi dunia. “Ini penting agar kita tidak sampai menempuh jalan atau gerakan di luar rel,” urainya.

Sementara itu, Tanwir yang merupakan lembaga musyawarah tertinggi Persyarikatan Muhammadiyah setelah Muktamar akan mengangkat tema “Kedaulatan dan Keadilan Sosial Menuju Indonesia Berkemajuan”.

Menyinggung pelaksanaan sidang Tanwir Muhammadiyah, Din berharap warga Muhammadiyah tetap pada pengembalian pemahaman Islam moderat yang selama ini sudah baik.

Seminar dalam rangka menyambut Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada 24-26 Februari 2017 itu menghadirkan sejumlah pembicara lain. Di antaranya Prof Syafiq A Mughni dipanel dengan Prof Dr Masdar Hilmy yang membahas materi “Peneguhan Identitas Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Moderat”.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

PBB Serukan Dukungan Lebih Banyak Buat Pengungsi Rohingya dari Myanmar

JENEWA, SERUJI.CO.ID - Badan pengungsi PBB pada Senin (25/9) menyerukan peningkatan dukungan buat sebanyak 436.000 pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri dari Myanmar ke Bangladesh...
#savepartaigolkar

DPP Terindikasi Lakukan Politik Transaksional, Kader Golkar Jabar Kumpulkan Koin

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ribuan kader Golongan Karya se-Jawa Barat melakukan aksi pengumpulan koin sebagai bentuk sindiran terhadap DPP Partai Golkar yang terindikasi melakukan politik...

Politisi PKS: Soliditas PKS-Gerindra Harus Dijaga

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haris Yuliana menyatakan soliditas antara PKS dengan Gerindra harus dijaga dengan baik untuk bersama-sama membangun politik...

Pemerintah Sebut Investasi Dana Haji Tingkatkan Nilai Manfaat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nizar Ali menyampaikan dana haji berpotensi meningkat nilai manfaatnya bila diinvestasikan. "Peningkatan nilai manfaat...
miras

Bupati Kaget Ada 1.379 Lokasi Pedagang Miras di Wilayahnya

GORONTALO, SERUJI.CO.ID - Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin kaget dengan menyebarnya pedagang minuman keras/beralkohol hingga tercatat sebanyak 1.379 lokasi di wilayahnya. Oleh karenanya, ia...
bps

Peringati Hari Statistik Nasional, BPS Serukan Pembangunan Berlandaskan Data

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Secara nasional, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional (HSN). Dalam peringatan HSN 2017 tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS)...