Din Syamsuddin: Dunia Hadapi Gangguan Besar

0
113
Din Syamsuddin
Din Syamsuddin. (Foto: Istimewa)

MALANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin mengemukakan, saat ini dunia dihadapkan pada situasi yang disebut sebagai “Great Disruption” atau gangguan besar.

“Gangguan besar ini terutama karena adanya kerusakan-kerusakan yang bersifat akumulatif dalam kehidupan dunia. Baik berupa kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan, kesenjangan, sampai kekerasan dalam segala bentuknya. Termasuk kegoncangan kultural tsunami atau banjir budaya,” kata Din Syamsuddin ketika menjadi pembicara kunci dalam seminar pra-Tanwir Muhammadiyah di Auditorium BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jatim, Rabu (22/2).

Selain itu, lanjutnya, perang ideologi yang mengejawantah pada perang budaya adalah situasi yang niscaya terjadi. Termasuk dalam internal sebuah agama, terutama terkait dengan perbedaan pemahaman tentang adanya ajaran-ajaran beragama yang melahirkan madzab-madzab maupun aliran-aliran yang berbeda.

Menurut dia, karena kitab suci termasuk Alquran, memiliki watak ambivalen, yakni ayat-ayatnya dapat ditafsirkan. Ada ayat-ayat yang cenderung ditafsirkan dalam konteks yang positif, dan juga ada ayat-ayat yang cenderung dipahami secara negatif.

Oleh karena itu, kata Din, sebagai organisasi masyarakat Islam yang mendeklarasikan diri sebagai gerakan wasathiyah, Muhammadiyah diharapkan mampu memberikan solusi lewat jalan-jalan moderat atau konstitusional, bukan jalan yang ditempuh oleh gerakan ekstremis Islam.

Din juga menekankan pentingnya memperteguh watak gerakan Islam moderat Muhammadiyah di tengah pergulatan ideologi-ideologi dunia. “Ini penting agar kita tidak sampai menempuh jalan atau gerakan di luar rel,” urainya.

Sementara itu, Tanwir yang merupakan lembaga musyawarah tertinggi Persyarikatan Muhammadiyah setelah Muktamar akan mengangkat tema “Kedaulatan dan Keadilan Sosial Menuju Indonesia Berkemajuan”.

Menyinggung pelaksanaan sidang Tanwir Muhammadiyah, Din berharap warga Muhammadiyah tetap pada pengembalian pemahaman Islam moderat yang selama ini sudah baik.

Seminar dalam rangka menyambut Tanwir Muhammadiyah di Ambon pada 24-26 Februari 2017 itu menghadirkan sejumlah pembicara lain. Di antaranya Prof Syafiq A Mughni dipanel dengan Prof Dr Masdar Hilmy yang membahas materi “Peneguhan Identitas Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Moderat”.

EDITOR: Rizky

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Ignasius Jonan

Beda dengan Sri Mulyani, Ignasius Jonan Akui “HoA” Freeport Tak Mengikat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Keterangan pemerintah terkait head of agreement (HoA) dalam pembelian Freeport mulai saling bertolak belakang. Bila sebelumnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa HoA...

Pemprov DKI Undang Pemasang Bendera Asian Games Pakai Bambu ke Balai Kota

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengundang Thamran (40), salah satu warga Penjaringan yang memasang bendera negara peserta Asian Games 2018 menggunakan...
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

Idrus Marham Diperiksa Terkait Suap PLTU Riau 1 Saat Jabat Sekjen Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Sosial Idrus Marham mengaku sudah kenal lama dengan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga...

Jabatan Ngabalin Bertambah, Kini Diangkat Sebagai Komisaris Angkasa Pura I

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Politisi Golkar Ali Mochtar Ngabalin yang belum lama ini diangkat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi...
Obar Asian Games 2018

Kapolda Hingga Gubernur Jateng Ikut Bawa Obor Asian Games 2018

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Pawai obor Torch Relay Asian Games 2018 digelar guna menyambut ajang ini dengan...