Perang Uhud: Kepemimpinan dan Loyalitas

1
Bukit Uhud dari kejauhan. (Foto: Firman Arifin)

MADINAHCity tour atau ziarah ke tempat bersejarah menjadi menu wajib dalam rangkaian umrah. Rombongan kami di hari kedua di Madinah di antaranya mengunjungi Bukit Uhud.

Pembimbing kami, Ustad Mudzoffar menjelaskan, bukan hanya dari sisi sejarah saja, tapi ada pelajaran penting yang bisa jadi ibroh bagi umat. Sejarah mencatat, kaum muslimin awalnya menang dalam perang Uhud. Tapi saat kemenangan ada di depan mata, ada godaan yang akhirnya berbalik arah menjadi kekalahan.

Singkatnya kekalahan itu diawali dari tergiurnya pasukan panah di Bukit Uhud melihat rampasan perang yang ditinggalkan pasukan kafir Quraish. Padahal Rasulullah menyampaikan, jangan turun walau kondisi apapun sampai beliau memerintahkan.

Namun perintah yang lugas dan jelas itu tidak diindahkan oleh pasukan panah itu. Pasukan panah yang tersisa hanya 30-an dapat dipukul mundur oleh pasukan yang dipimpin panglima Kholid bin Walid kala masih kafir. Begitu pasukan panah tercerai berai, kalahlah pasukan muslim.

“Meskipun kuat dan cerdasnya seorang pemimpin, tapi loyalitas anak buahnya lemah atau lalai, tidak akan menjadikan tim yang solid dalam memenangkan segala pertempuran”, tegas Ustad Mudhoffar kepada para jamaah umrah.

“Kalau kita perhatikan lagi penyebab utama kelalaian pasukan panah itu adalah urusan dunia, rampasan perang”, tambahnya.

Kalau konteks kekinian dalam pemilihan pimpinan, pilkada DKI misalnya, jika ulama sudah tidak didengar atau tidak diperhatikan oleh sebagian umatnya, maka kemenangan menghadirkan pemimpin yang muslim bisa jadi hanya sekadar harapan.

Semoga dengan mengambil hikmah dari perang Uhud ini umat muslim yang masih menjadikan dunia sebagai acuan utamanya daripada acuan Ilahi, mendapat hidayah dari Allah. Mendengar dan menaati arahan ulama, karena ulama adalah pewaris para nabi.

Para jamaah umrah dari Indonesia kala di Raudhah pun berdoa, semoga para ulama dijaga dan dilindungi oleh Allah. Semoga pula dihadirkan pemimpin muslim, terkhusus di pilkada DKI dan dimenangkan di putaran kedua. Bismillah.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Setya Novanto diperiksa KPK

NasDem Hargai Putusan Golkar Pertahankan Novanto Sebagai Ketua DPR

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR, Irma Suryani Chaniago menghargai keputusan hasil kesepakatan Golkar terkait dengan posisi Setya Novanto. Sebelumnya, Partai Golkar belum...
Penjahat ditangkap

Kembali, Polisi Tangkap Pemilik Akun Sosmed Terduga Penghina Jokowi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kembali menangkap pelaku penyebar ujaran kebencian dan SARA melalui jejaring sosial Facebook. Kali ini polisi menangkap...
Demo penolakan iklan rokok

Peneliti: Orang Normal Pasti Percaya Bahaya Rokok

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Hasbullah Thabrany mengatakan orang normal pasti percaya bahaya...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Pilih Mancung atau Pesek?

KH. Luthfi Bashori Seseorang yang berpakaian islami itu menunjukkan imannya MANCUNG di sisi Allah. Sedangkan menanggalkan pakaian islami itu adalah perbuatan orang yang PESEK imannya...
images lpdp

Contoh Essai LPDP: Sukses Terbesar dalam Hidupku

Beasiswa LPDP menjadi pilihan bagi para penuntut ilmu yang ingin melanjutkan pendidikannya pada level Master dan Doktoral, baik di Dalam maupun Luar Negeri. Salah...
penjajah

Bagaimana Sepilis itu Menjajah Indonesia?

Pada saat tertentu, misal sedang tidak ada yang perlu dikerjakan, pikiran saya kadang suka mengembara entah ke mana. Kadang bisa teringat pada kejadian yang...