Jawa Barat Dapat Kuota Haji 2017 Terbanyak

JAKARTA – Kementerian Agama menetapkan kuota haji tahun 2017 sebanyak 221.000 jamaah haji. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 75 tahun 2017 tentang Penetapan Kuota Haji tahun 1438/2017.

Bila merujuk dari data Kementerian Agama, daerah yang paling banyak mendapat kuota haji reguler untuk tahun ini adalah Jawa Barat dengan kuota sebanyak 38.852 orang, disusul Jawa Timur 35.270 orang dan Jawa Tengah sebanyak 30.479 orang. Jumlah kuota ini sudah termasuk kuota petugas haji daerah.

Dalam beleid yang diteken Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada 9 Februari 2017 itu menyebutkan, kuota haji Indonesia tahun 2017 itu terdiri dari kuota haji reguler 204.000 orang dan kuota haji khusus 17.000 orang. Lukman bilang, kuota haji reguler terdiri dari 202.518 orang jamaah dan kuota petugas haji daerah 1.482 orang.

“Sedangkan kuota haji khusus 17.000 orang terdiri atas kuota haji khusus 15.663 orang dan kuota petugas haji khusus 1.337 orang,” jelasnya dari keterangan resmi Kementerian Agama, Rabu (22/2).

KMA No.75/2017 juga menyebutkan, bagi gubernur yang membagi kuota provinsi ke dalam kuota kabupaten/kota, wajib memperhitungkan proporsi jumlah penduduk muslim dan atau daftar tunggu pada masing-masing kabupaten/kota. Bila terdapat provinsi yang tidak memenuhi kuota haji reguler pada saat keberangkatan jemaah haji, sisa kuota provinsi itu akan diberikan ke provinsi lain dalam satu embarkasi.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengembalikan kuota haji Indonesia ke angka normal, yakni 211.000 jamaah pada 2017. Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota 10.000 untuk Indonesia. Alhasil, “Kuota haji untuk Indonesia naik dari 168.800 pada 2016 jadi 221.000 pada 2017,” seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet Rabu (22/2).

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.