Rakernas MUI Hasilkan 4 Rekomendasi, Sesalkan Putusan MK Terkait Aliran Kepercayan

0
253
Zainut Tauhid Sa'adi
Zainut Tauhid Sa'adi, selaku Wakil Ketua Umum MUI, di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait berbagai persoalan kebangsaan. Rekomendasi-rekomendasi tersebut digodok dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III MUI yang berlangsung dari tanggal 28 – 30 November 2017 di Bogor Jawa Barat.

Pertama, menyangkut soal putusan Mahkamah Konstitusi  ‎dengan Nomor Perkara 97/PUU-XIV/2016 tentang pencantuman aliran kepercayaan dalam kartu tanda pengenal (KTP) yang sudah bersifat final dan mengikat. Atas putusan MK tersebut, MUI sangat menyesalkan karena dinilai kurang cermat dan melukai perasaan umat beragama khususnya umat Islam Indonesia.

“Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, di Jakarta, Kamis (30/11).

MUI, kata Zainut Tauhid, berpandangan bahwa putusan MK tersebut menimbulkan konsekuensi hukum dan berdampak pada tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan serta merusak terhadap kesepakatan kenegaraan yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Seharusnya MK dalam mengambil keputusan yang memiliki dampak strategis, sensitif, dan menyangkut hajat hidup orang banyak, membangun komunikasi dan menyerap aspirasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga dapat mengambil keputusan secara obyektif, arif, bijak, dan lebih aspiratif.

Meski demikian, MUI tetap menghormati perbedaan agama, keyakinan dan kepercayaan setiap warga negara karena hal tersebut merupakan implementasi dari hak asasi manusia yang dilindungi oleh negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU