Menjadi Pengusaha Hebat Diperlukan Daya Juang yang Tinggi

BANTUL – Menjadi seorang pengusaha sukses diperlukan semangat dan mental yang kuat, serta daya juang yang tinggi. Terlebih menjadi pengusaha tanpa memiliki modal ilmu di perkuliahan maupun sekolah formal. Hal tersebut seperti yang dirasakan oleh Teguh Sunaryo yang saat ini telah sukses menjadi Direktur PT. DMI Indonesia saat memberikan seminar “Muda Berkarya, Muda Berwirausaha,” Selasa (14/2) di Gedung AR Fachruddin B Lantai 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Banyak pengusaha yang mengubah dunia, justru mereka yang tidak sekolah. Namun yang perlu diingat, mereka memiliki daya juang yang sangat tinggi untuk meraihnya. Ini karena bisnis itu mengelola ketidakpastian, sehingga diperlukan mental yang kuat. Jika melihat masa lampau saya, saya dilahirkan dari ibu yang tidak pernah sekolah. Saat kuliah, saya mengambil jurusan filsafat yang ijazahnya tidak laku dijual untuk mencari pekerjaan. Dari inilah pikiran saya mengantar menjadi pedagang,” ujar Motivator Bidang Pengembangan Orang Berbakat, sekaligus Praktisi Pendidikan Anak Bakat Indonesia seperti dilansir  Muhammadiyah.or.id

Teguh melanjutkan, menjadi seorang pengusaha diperlukan empat hal agar bertahan dalam berbisnis. Diantaranya pengusaha memerlukan open minded sehingga tidak diperkenankan untuk menutup dirinya. Selain itu, berpikir positif juga sangat diperlukan jika ingin menjadi pengusaha. “Dalam berbisnis niat kita jangan mencari uang. Niat karena uang akan muncul kesombongan jika mendapatkan keuntungan yang besar, dan menjadi minder jika mendapat keuntungan yang kecil,” lanjutnya. Tiga hal lainnya yaitu harus punya visi atau mind mapping, serta harus punya nilai tambah (added value).

Menjadi pengusaha pun, seperti yang dikatakan oleh Teguh bahwa kesuksesan pasti dilalui dengan kesulitan. Jika takut dengan kata sulit maka akan sulit juga menjadi mental pengusaha. “Menurut saya sukses itu tidak ada. Sukses ada jika dilalui dengan ikhtiar (usaha, red) dan tawakal. Menjadi pengusaha tidak semua orang bisa meraih, harus diperjuangkan dan membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, pengorbanan, pengertian, serta kesabaran dan juga hal lain yang sulit diprediksikan,” papar Teguh.

Ungkapan Teguh tersebut juga senada dengan Endah Susetyo Indriyati, pemilik Kembar Grup saat menjadi pembicara di acara yang serupa. Pada seminar tersebut Endah mengatakan bahwa pengusaha harus mempunyai keberanian untuk memulainya. Jika calon pengusaha takut untuk memulainya, tidak akan pernah menjadi pengusaha. Selain itu diperlukan pula jiwa kesabaran, kegigihan, ikhlas, serta rendah hati. “Salah satu kunci pedagang sukses yaitu kerendahan hati harus dibuktikan. Ketika ada yang minta tolong dan asal kita bisa, jangan terlalu tinggi menilai tinggi pada diri kita. Kalau kita membantu, maka orang lain yang akan menilai kita tinggi,” pesan pengusaha yang akrab disapa Indri tersebut.

Indri menambahkan, kondisi pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Dengan menjadi pengusaha akan menciptakan peluang pekerjaan bagi orang lain. Dan dengan menjadi pengusaha yang sejati juga harus berani memutuskan untuk bersikap, berpikir, dan bertindak secara mandiri, dengan cara yang jujur dan adil, jauh dari sifat-sifat keserakahan dan kecurangan.

EDITOR: Yus Arza

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon. Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.