Menikmati Ramadhan di Negeri Kiwi

1
302
new zealand
Buka bersama di KBRI New Zealand. (Foto: SERUJI/Dedy Eryanto)

WELLINGTON – Hidup di Negeri yang jauh merupakan tantangan bagi banyak orang. Mewakili perasaan yang sama, Dubes Indonesia untuk New Zealand, Tantowi Yahya menyampaikan bahwa udara yang dingin di bawah 10 derajat di Wellington merupakan tantangan berpuasa yang baru baginya.

“Namun saya tetap merasa happy, karena puasa di negeri Kiwi kali ini termasuk pendek, yaitu sekitar 11 jam,” kata Tantowi dalam sambutannya di acara buka bersama di KBRI New Zealand, Sabtu (3/6).

new zealand
Membangun semangat kebersamaan dalam buka bersama di KBRI New Zealand. (Foto: SERUJI/Dedy Eryanto)

New Zealand adalah negeri yang terbentang di barat daya Samudera Pasifik, memiliki dua pulau utama, yaitu Pulau Selatan (South Island) dan Pulau Utara (North Island). Ibukota pemeritahan negara yang berjarak 4000 kilometer dari Indonesia ini berkedudukan di kota Wellington (South Island).

Kiwi adalah sebutan bagi penduduk lokal New Zealand yang sebagian besar berasal dari keturunan Eropa dan suku Maori penduduk aslinya.

Tidak banyak penduduk muslim di negeri ini, karena memang agama Kristen paling banyak dianut oleh penduduk New Zealand. Namun demikian, menurut berbagai sumber, masyarakat Negeri Kiwi termasuk paling sekuler di dunia. Penduduk muslim hanya meliputi sekitar satu persen dari seluruh penduduk New Zealand.

new zealandBagi kami para pendatang, acara buka bersama seperti yang diselenggarakan di KBRI Wellington bisa menjadi sedikit penghilang rasa rindu Tanah Air. Khususnya dengan hadirnya hidangan Nusantara; bakso, rendang, gulai, sate ataupun siomay terhidang di atas meja untuk acara buka bersama. Apalagi bagi kami yang kurang dari enam bulan meninggalkan Tanah Air, rasanya masih banyak kenangan yang melekat di dalam benak.

Acara buka bersama ini didukung penuh oleh KBRI. Namun dalam acara buka puasa lainnya biasanya dibiayai dari hasil sumbangan dan donasi muslim Indonesia di Wellington, yang beberapa diantaranya membawa aneka penganan untuk dibagikan dan dinikmati bersama-sama. Istilahnya disini adalah bring a plate. Seratusan muslim Nusantara (dan ada juga yang non-muslim) hadir di KBRI yang terletak di Glen Road, Wellington, untuk ikut merasakan suasana Ramadhan layaknya di Tanah Air, terutama hidangan selera Nusantara-nya.

Sebagaimana diketahui, masyarakat muslim di Negeri Kiwi kebanyakan adalah masyarakat pendatang yang didominasi oleh orang-orang Asia (India, Bangladesh, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia), dan orang-orang keturunan Arab. Sebagian besar mereka telah lama tinggal dan menetap di New Zealand sebagai Permanent Residence.

Acara buka bersama serupa dilaksanakan pada hari berikutnya, Ahad (4/6) atau bertepatan dengan 9 Ramadhan 1438 H. Umat Islam di kota Wellington menghadiri Grand Iftar yang diselenggarakan oleh Al-Ameen Islamic Development New Zealand. Al-Ameen sendiri merupakan salah satu lembaga dakwah di Wellington yang menjalankan syiar Islam.

new zealand
Grand Iftar di Al-Ameen Islamic Development New Zealand. (Foto: SERUJI/Dedy Eryanto)

Al-Ameen Islamic Development New Zealand selain merupakan Pusat Pembelajaran Islam (Islamic Center) bagi masyarakat muslim di Kota Wellington, juga sebagai wadah ukhuwah sesama umat muslim di New Zealand. Setiap Ahad, Al-Ameen menyelenggarakan pendidikan bagi putra dan putri kaum muslimin. Saat ini Al-Ameen sedang menggalang dana untuk mendirikan masjid kedua di Wellington. Fakta menarik lainnya, Al-Ameen saat ini dipimpin oleh Bapak Agam Jaya, putra Indonesia yang telah lama menetap di Wellington.

Grand Iftar kali ini diselenggarakan di Bridge Club 17, Tinakori Rd. Thorndon, merupakan gedung serba guna yang diperuntukkan bagi masyarakat kota Wellington. Banyak sekali umat muslim hadir, meskipun di tengah udara dingin yang sedang melanda seisi kota. Namun, dinginnya cuaca tidak menyurutkan langkah kaum muslimin untuk menyelenggarakan grand iftar sekaligus sholat Maghrib, Isya, serta dilanjutkan sholat Tarawih berjamaah ini.

new zealand
Grand Iftar di Al-Ameen Islamic Development New Zealand. (Foto: SERUJI/Dedy Eryanto)

Kaum muslimin yang hadir berasal dari berbagai kalangan, para pekerja, dosen, mahasiswa, staf pejabat kedutaan dari beberapa negara (Indonesia dan Turki), juga kepala kepolisian kota Wellington. Menu yang disajikan pun tak kalah menarik, selain takjil berupa kue dan kurma, serta makanan khas Timur Tengah dan Asia, yaitu, curry dan nasi biryani yang sungguh sangat lezat di santap di tengah terjangan udara dingin kota Wellington.

new zealand
Syaikh Khalid, salah satu ulama di Kota Wellington. (Foto: SERUJI/Dedy Eryanto)

Hal yang menarik lainnya adalah kultum yang disampaikan oleh Syaikh Khalid, salah satu ulama di Kota Wellington.

Juga sesi lainnya yang luar biasa, yaitu pesan damai Islam yang disampaikan oleh Ahmad Fachri, seorang remaja asli Indonesia yang merupakan Runner Up Wellington Speech Competition. Kepiawaiannya berpidato, khususnya tentang Islam sudah terkenal di seantero Wellington. Putra dari Bapak Agam Jaya ini pernah diundang oleh Perdana Menteri Negeri Kiwi terdahulu, John Key, untuk menyampaikan pidato tentang Islam di gedung parlemen.

Sesi berikutnya yang juga mendapat sambutan hangat masyarakat Muslim di Wellington adalah pidato sekilas gambaran tentang kehidupan muslim di Indonesia. Sesi ini dibawakan langsung oleh Tantowi Yahya yang baru beberapa bulan menjadi Dubes Indonesia untuk New Zealand.

“Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang hidup rukun dan saling berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lainnya,” kata Tantowi dalam pidatonya.

new zealand
Sambutan Dubes RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya, dalam Grand Iftar. (Foto: SERUJI/Dedy Eryanto)

Disampaikan juga bahwa Ramadhan selain menjadi bulan suci bagi umat Muslim, juga merupakan bulan kemenangan bagi bangsa Indonesia. Karena tepat tanggal 17 Agustus 1945, yang jatuh pada hari Jumat Bulan Ramadhan, Ir. Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Demikianlah kegiatan Grand Iftar di kota Wellington yang sangat meriah dimana umat muslim Indonesia menunjukkan kiprahnya berdampingan dengan umat Muslim dari negara lainnya. Salam Ramadhan dari Wellington, semoga Ramadhan kali ini memberikan berkah bagi kita semua.

new zealand
Dedy Eryanto di depan Masjid Kilbirnie, Wellington Islamic Center, New Zealand. (Foto: SERUJI/Dedy Eryanto)

PENULIS: Dedy Eryanto (PhD Student Victoria University of Wellington)
EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Orang tenggelam

Tim SAR Temukan Jasad Dua Pelajar Bengkulu yang Tenggelam

BENGKULU, SERUJI.CO.ID - Tim pencari dan penyelamat menemukan jasad dua orang pelajar SMA Kota Bengkulu yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Teluk Sepang dalam...
Kapal terbakar

Belasan Nelayan Jabar Alami Musibah di Lombok

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 16 nelayan asal Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami musibah kebakaran kapal di perairan utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara,...
Imunisasi

Kemenkes Imunisasi Difteri Serentak di Tiga Provinsi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi difteri serentak pada tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Senin (11/12) untuk...

KANAL WARGA TERBARU

Sohibul Iman

Selain Sampaikan Pernyataan Sikap, Presiden PKS Ajak Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS

JAKARTA - Selain menyampaikan resmi pernyataan sikapnya atas pengakuan Yerussalem sebagai ibukota Israel, Partai Keadilan Sejahtera juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memboikot produk-produk Amerika...
images(1)

Keindahan Hawa Nafsu

Muhammad Hanif Priatama Keindahan, sesuatu yang jika dilihat, didengar dan dirasakan, membawa diri bahagia, gembira, lega, kagum, atau senang. Ringkasnya, apapun yang diinginkan, selalu terlihat...

Muslim Klaten Bersatu dalam Aksi Damai Selamatkan Palestina

Muslim Klaten hari ini telah menampakkan ukhuwahnya dalam aksi damai selamatkan Palestina di masjid Al-Aqsho Klaten, Ahad (10/12). Berbagai elemen muslim klaten yang berasal...