Kenapa di Perkantoran Ada Masjid, Gereja Tidak Ada, Ini Penjelasan Wapres JK

1
922
  • 53
    Shares
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan penjelasan logis kenapa di Indonesia begitu banyak masjid dibangun di berbagai tempat bahkan hingga perkantoran. Sementara gereja tidak ada dibangun dan disediakan di perkantoran.

“Dalam suatu kali saya pernah ceramah di depan pendeta. Salah satu pendeta tanya, Pak kenapa di mana-mana ada masjid, di perkantoran juga ada, tapi gedung gereja susah dibikin?” ujar Wapres dalam kegiatan Muktamar VII Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11).

Pertanyaan itu, lanjut Jusuf Kalla, ia jawab karena ummat Islam Indonesia menghormati pemeluk agama Kristen.

Loading...

“Saya jawab itu untuk menghormati Anda. Karena hari ibadah Anda yang penting itu libur, Islam itu hari ibadah pentingnya hari Jumat itu tidak libur. Karena tidak libur, maka harus ada masjid,” ucapnya.

Sementara terkait di Timur Tengah masjid tidak ada dibangun, juga dijelaskan oleh Wapres dengan logis dan sederhana.

“”Sederhana sebenarnya karena di sana liburnya hari Jumat. Jadi Jumatnya pulang ke rumah,” jelas Wapres.

Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketua Umum DMI ini, menjelaskan bahwa masjid atau mushola perlu ada dibangun di perkantoran karena terkait dengan jam kerja di Indonesia.

“Dulu jam kerja hanya sampai jam dua, sehingga bisa sholat Zuhur di rumah. Tapi sekarang jam kerja sampai jam empat sore, sehingga ummat Islam harus sholat Zuhur di kantor. Kalau tidak ada masjid di kantor tidak bisa sholat Zuhur,” jelas JK.

Dibagian lain, JK juga mengungkapkan kenapa masjid juga perlu dibangun di mall dan pusat perbelanjaan.

“Jika waktu magrib tiba, (yang sedang di mall -red) tidak perlu pulang ke rumah, bisa sholat di masjid yang ada. Jadi banyak hubungan – hubungannya (kenapa masjid dibangun di kantor dan mall), yang tidak terjadi di negara lain,” tegas Jusuf Kalla. (ARif R/Hrn)

1 KOMENTAR

  1. Betul penjelasan pak yusuf Kala. Sangat lagis, rasional, masuk akal, ilmiah, dll. Umat yg lain tolong dipahami semua ini dg logis dan rasional pula, bukan dg ego..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU