KBRI Kabul Ikut Afghan Home Expo 2017 Afghanistan

JAKARTA– KBRI Kabul ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Afghan Home Expo 2017 di Kabul, Afghanistan yang berlangsung pecan lalu, selama lima hari mulai dari tanggal 7 – 11 Februari 2017.  Kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh Afghanistan Chamber of Commerce and Industry (ACCI) dan Union of Electronics Traders in Afghanistan tersebut diikuti oleh sekitar 120 exhibitors dari beberapa negara seperti Afghanistan, Indonesia, Iran, Amerika Serikat, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Jerman, dan Jepang.

Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Republik Islam Afghanistan, Mr. Muhammad Qurban Haqjo, bersama dengan Wakil Utama Ketua ACCI, Mr. Haji Khanjan Alkozay, membuka secara resmi Afghan Home Expo 2017. Dalam upacara pembukaan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pelaku usaha dari seluruh negara yang berpartisipasi, termasuk perwakilan dari KBRI Kabul.

KBRI Kabul sebagaimana informasi yanh diterima SERUJI, Kamis (16/2) tadi pagi, memanfaatkan momen pameran di Afghanistan ini untuk mempromosikan beberapa produk kerajinan tangan dan ukiran dari beberapa propinsi di Indonesia. Selain itu, KBRI Kabul juga mempromosikan kegiatan pameran yang akan diselenggarakan di Indonesia seperti International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2017, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017, serta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32.

Banyak pengunjung pameran yang sangat antusias untuk mengunjungi booth Indonesia karena tampilannya yang berbeda dari booth-booth peserta pameran lainnya. Sebagian besar pengunjung tertarik akan hasil produk-produk kerajinan tangan khususnya batik, serta produk lainnya seperti teh, mie instan dan produk kecantikan dari Indonesia.

Melalui partisipasi dalam kegiatan pameran di Afghanistan, KBRI Kabul berharap bahwa produk-produk Indonesia dapat dikenal di Afghanistan, khususnya oleh para pengusaha Afghanistan. Dengan begitu, diharapkan dapat mendorong kerja sama ekonomi khususnya perdagangan dan investasi antara kedua negara.

EDITOR : Yus Arza

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.