Gus Pur: Penghilangan Gelar Khalifatullah HB X Menghilangkan Nilai-Nilai Islam

2
389
Gus Pur sedang Berbicara dalam Sarasehan tentang Pauger Kasultanan Yogyakarta di Masjid Agung Kauman Yogyakarta, Jumat, 06/10/2017. (foto:ArifKF/SERUJI)

Ralat Berita, yang dimaksid adalah Purnomo Adi (Gus Pur) anggota dari penegakan paugeran Kraton Mataram Islam bukan Kamaludin Purnomo.

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kawulo Peduli Pauger Yogyakarta menganggap penghilangan gelar Khalifatullah dan penggantian nama Buwono menjadi Bawono oleh Hamengku Bawono (HB) X adalah melanggar aturan yang berlaku sejak dibuat oleh HB I.

Anggota penegakan paugeran Kraton Mataram Islam, Purnomo Adi (Gus Pur) mengatakan, kalau ada orang yang sudah tidak peduli dengan paugeran, adat, dan tata krama, orang itu akan kehilangan arah dalam hidupnya.

“Setiap daerah kan punya peraturannya sendiri. Orang Melayu saja punya aturannya sendiri kok. Kan ada peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya kepada SERUJI di Masjid Kauman dalam acara sarasehan terkait Paugeran Kasultanan Yogyakarta, Jumat (6/10).

Dia menerangkan, di tanah Mataram Islam pun sama, harus mengikuti aturan yang berlaku. Menurutnya, HB I sebagai penggagas Kasultanan Yogyakarta, aturannya Islami.

Gus Pur menambahkan, batas Kesultanan Yogyakarta adalah masjid pathok negara, dan itu merupakan satu-satunya di dunia. Hal itu merupakan sebuah nilai-nilai kehidupan yang harus kita teruskan.

“Kalau gelar Khalifatullah saja dihilangkan dan Buwono diganti Bawono, mestinya kita bertanya. Kenapa kok seperti itu? Kita bisanya ya sarasehan begini, nggak melalui demo teriak-teriak,” ujar Gus Pur.

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...