Gus Pur: Penghilangan Gelar Khalifatullah HB X Menghilangkan Nilai-Nilai Islam

2
300
Gus Pur sedang Berbicara dalam Sarasehan tentang Pauger Kasultanan Yogyakarta di Masjid Agung Kauman Yogyakarta, Jumat, 06/10/2017. (foto:ArifKF/SERUJI)

Ralat Berita, yang dimaksid adalah Purnomo Adi (Gus Pur) anggota dari penegakan paugeran Kraton Mataram Islam bukan Kamaludin Purnomo.

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kawulo Peduli Pauger Yogyakarta menganggap penghilangan gelar Khalifatullah dan penggantian nama Buwono menjadi Bawono oleh Hamengku Bawono (HB) X adalah melanggar aturan yang berlaku sejak dibuat oleh HB I.

Anggota penegakan paugeran Kraton Mataram Islam, Purnomo Adi (Gus Pur) mengatakan, kalau ada orang yang sudah tidak peduli dengan paugeran, adat, dan tata krama, orang itu akan kehilangan arah dalam hidupnya.

“Setiap daerah kan punya peraturannya sendiri. Orang Melayu saja punya aturannya sendiri kok. Kan ada peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya kepada SERUJI di Masjid Kauman dalam acara sarasehan terkait Paugeran Kasultanan Yogyakarta, Jumat (6/10).

Dia menerangkan, di tanah Mataram Islam pun sama, harus mengikuti aturan yang berlaku. Menurutnya, HB I sebagai penggagas Kasultanan Yogyakarta, aturannya Islami.

Gus Pur menambahkan, batas Kesultanan Yogyakarta adalah masjid pathok negara, dan itu merupakan satu-satunya di dunia. Hal itu merupakan sebuah nilai-nilai kehidupan yang harus kita teruskan.

“Kalau gelar Khalifatullah saja dihilangkan dan Buwono diganti Bawono, mestinya kita bertanya. Kenapa kok seperti itu? Kita bisanya ya sarasehan begini, nggak melalui demo teriak-teriak,” ujar Gus Pur.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Ketua MPR: Delapan Parpol Setujui Miras Dijual Bebas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Zulkifli Hasan mengungkapkan, saat pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang peredaran minuman keras (RUU Miras) di DPR, ada...
Tolak LGBT

Ketua MPR: Lima Fraksi Setujui Perilaku LGBT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengungkapkan ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender...
Beras impor

Ganjar: Jateng Tak Perlu Beras Impor

SOLO, SERUJI.CO.ID - Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan wilayahnya tidak perlu beras impor, karena sebentar lagi memasuki musim panen. "Kami tidak perlu beras impor,...
coklit pilkada banjar

Coklit Pilkada Banjar, Cawalkot Ade Uu Pertama Disambangi Petugas

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Para petugas KPU Kota Banjar dan penyelenggara serta pengawas lengkap, pada Sabtu (20/1) siang, melaksanakan pencocokan dan penelitian data pemilihan atau...
rakerda pemenangan djarot-sihar

Hadiri Rakerda Pemenangan Djarot-Sihar, Ini Pesan Mega Pada Kader

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan untuk Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur...
loading...
cj

Farid Majdi: Hukum Telah Dilihat Sebagai Bagian dari Kejahatan?

Hukum di Indonesia saat ini menjadi sorotan publik, ketika berbagai kasus yang terjadi di tingkat penegak hukum: kepolisian, jaksa, pengacara bahkan hakim, mencuat dan...

Partai Dan Pilkada

Tahun ini sampai 2020 merupakan tahun politik.  Mulai dari pilkada serentak ditahun 2018 dilanjutkan dengan pemilu legislatif dan pemilihan presiden.  Helat yang dilaksanakan sekali...
KH Luthfi Bashori

Tatkala Maut Menjemput

Tatkala maut akan menjemput kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk itu? Teringat Nabi Dawud dalam gubahan kisah ringan, tatkala Beliau dikunjungi malaikat Izrail, maka terjadilah...