GNPF MUI akan Gelar Halalbihalal Alumni Aksi Bela Islam

1
234
aksi bela islam, 212
Massa Aksi Bela Islam 2 Desember atau Aksi Superdamai 212 di Monas. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) berencana menggelar acara halalbihalal. Acara tersebut direncanakan akan mempertemukan seluruh elemen yang tergabung dalam Aksi Bela Islam.

Ketua GNPF MUI KH. Bachtiar Nasir mengatakan, halalbihalal yang digelar bukan acara biasa. Acara silaturahim itu akan diadakan dalam skala besar dengan melibatkan banyak ulama dan pejabat pemerintahan.

“Kami akan adakan halalbihalal untuk elemen-elemen Aksi Bela Islam, akan kita kumpulkan. Kami juga akan koordinasi bagaimana terjadi halalbihalal antara ulama, umara (pemerintah), dan umat. Ini lebih luas Insya Allah,” kata Bachtiar di AQL Islamic Center, Jakarta Selatan, Selasa (27/6).

Soal tempat dan segala detailnya, GNPF MUI masih akan membahasnya.

“Ya nanti akan kita informasikan. Kita akan press conference lagi hasil halal bi halal semua elemen Aksi Bela Islam,” ujar Bachtiar.

Aksi Bela Islam merupakan aksi massa yang digelar hingga tujuh kali untuk menuntut penuntasan kasus penodaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Aksi besar pertama terjadi pada 14 Oktober 2016 di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Kemudian aksi kedua lebih besar lagi digelar pada 4 November 2016 atau yang lebih dikenal dengan Aksi 411. Aksi saat itu digelar di depan Istana dan berujung ricuh.

Aksi lebih besar kemudian digelar pada 2 Desember 2016 atau dikenal dengan Aksi Superdamai 212. Aksi kali ini berjalan damai dalam bentuk salat Jumat yang memenuhi lapangan Monas hingga ruas jalan di sekitarnya. Presiden Joko Widodo saat itu juga hadir dan ikut salat Jumat bersama.

Aksi selanjutnya tidak sebesar aksi 411 dan 212 yang masing-masing digelar pada 11 Februari 2018 (Aksi 112), kemudian aksi 21 Februari 2017 (Aksi 212 jilid II), aksi 31 Maret 2017 (Aksi 313) dan terakhir aksi 5 Mei 2017 (Aksi Simpatik 55)

Meski saat ini kasus penodaan agama sudah dianggap selesai dengan dipenjaranya Ahok, kata Bachtiar, GNPF MUI belum berencana bubar. Namun juga belum ada arah GNPF MUI untuk menjadi organisasi masyarakat.

Saat ini fokus GNPF MUI adalah mengawal kasus yang menjerat sejumlah tokoh dan aktivis muslim. Misalnya kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, Panglima FPI Munarman, dan beberapa kasus lain.

“GNPF MUI berkewajiban mengawal semua, peristiwa atau kasus terkait Aksi Bela Islam,” kata Bahctiar. (IwanY)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU