“Kami minta PT KAI bisa menambah gerbong khusus perempuan,” kata Tuti sambil berharap.
Tuti sebagai pekerja tata usaha di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan setiap hari pulang pergi ke Rangkasbitung.
Apabila, pulang sore hari setelah bekerja dipastikan penumpang Commuter Line begitu padat dan saling berdesakan.
“Kami tentu merasa tidak nyaman jika penumpang itu padat dan berlainan muhrim,” katanya.
Kepala Stasiun Rangkasbitung Endarno mengatakan penambahan gerbong khusus perempuan itu bagaimana kebijakan dan kewenangan PT KAI.
Saat ini, dirinya hanya fokus bekerja melayani masyarakat pengguna jasa angkutan massal dengan tepat waktu baik keberangkatan maupun kedatangan juga keselamatan.
“Kami berharap usulan perempuan itu bisa direalisasikan penambahan gerbong khusus,” pungkasnya. (Ant/SU03)
