Menristekdikti: Teknologi KTP-El Segera Ketinggalan Zaman

0
50
Mohamad Nasir
Mohamad Nasir. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan teknologi yang ada dalam kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang kini sedang terbelit masalah hukum segera ketinggalan zaman karena sudah muncul teknologi lebih canggih lagi.

“KTP elektronik yang lagi ramai, nantinya akan ditinggalkan. Ditinggalkan karena ada inovasi baru dengan ada penemuan mikrochip sangat kecil yang ditanam dalam pembuluh darah,” kata Nasir saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Jember, Jawa Timur, Kamis (28/9).

Ia mengatakan microchip itu bisa merekam data kependudukan selama satu tahun bahkan merekam riwayat kesehatan selama setahun.

“Tekanan darah, fungsi ginjal dan data-data kesehatan seorang warga juga akan diketahui dengan mikrochip yang ada dalam pembuluh darah,” ujarnya.

Kalau data di mikrochip ini dimasukkan dalam data besar maka warga bergerak di mana saja termasuk di luar negeri bisa diketahui.

“Ini teknologi yang tidak bisa dikibuli. Tugas kantor juga gak bisa dimanipulasi karena terekam semua,” katanya.

Dia menegaskan penemuan mikrochip itu merupakan inovasi dari hasil riset sehingga menjadi tantangan bagi para mahasiswa dan dosen.

Untuk itu, Nasir mengharapkan riset para mahasiswa, dosen dan para peneliti harus menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat terkini.

“Kalau riset itu baik maka akan menghasilkan inovasi. Riset kalau hasilnya hanya publikasi maka hanya penuhi perpustakaan saja. Itu tidak cukup. Riset peneliti baik dosen, mahasiswa, harus menuju inovasi,” katanya.

Ia juga meminta para mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan penelitian yang bisa mendukung daya saing nasional dan perekonomian Indonesia.

“Inovasi terbukti tidak saja mengubah ekonomi dunia tapi juga di Indonesia sehingga menghasilkan berbagai kemudahan dalam beraktivitas sehari-hari,” terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...
loading...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...