Ia memberikan contoh inovasi di sektor transportasi dimana era sekarang ini, masyarakat menggunakan sepeda motor dan mobil yang menggunakan bahan bakar minyak.
Dengan inovasi, katanya, maka manusia bisa menciptakan kendaraan yang tidak memakai bensin dan solar, dan saat ini sedang menuju kendaraan berbahan bakar listrik.
“Sekarang muncul mobil listrik. Nanti pun sudah gak pakai listrik karena pakai matahari. Ada juga sepeda motor memakai tenaga matahari,” katanya.
Dia mengatakan kalau dulu mahasiswa naik taksi dan angkot harus menuju ke pangkalan atau menunggu di pinggir jalan raya atau memanggil melalui telepon maka hal itu sudah mulai ditinggalkan.
“Dipanggilpun belum tentu datang. Naik angkot harus ke tempat tertentu. Nah, ini ada inovasi baru yakni pesan naik kendaraan tanpa keluar rumah dengan sistem ‘online’,” katanya.
Dia mengatakan munculnya aplikasi gojek, grab dan sejenisnya merupakah hasil inovasi sehingga hal itu menjadi tantangan bagi mahasiswa dan dosen saat menghasilkan riset. (Ant/SU02)
