WHO Miinta Laporan Kesehatan Jelang Musim Haji

JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) meminta negara-negara yang mengikuti penyelenggaraan haji di Arab Saudi untuk melaporkan kondisi kesehatan dan berbagi informasi yang terjadi di negaranya.

Dalam siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Rabu (22/2), perwakilan WHO Regional Office for Eastern Mediterranean Mamunur Rahman Malik mengatakan, Kerajaan Arab Saudi sudah menyusun kebijakan persyaratan kesehatan sesuai bukti yang ada.

Pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan rekomendasi penanganan kesehatan untuk mengurangi infeksi menular selama kegiatan ibadah haji.

Pemerintah Arab mengimbau jamaah nantinya menggunakan masker atau sapu tangan saat berada di keramaian dan saat bersin atau batuk. Tidak menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan apabila belum dicuci dengan air, menyapa orang lain hanya dengan berjabat tangan (hindari kontak langsung), dan gunakan vaksin untuk menjaga kondisi tubuh.

“Pemerintah Arab Saudi pasti melakukan pemindaian di setiap titik masuk bersama WHO sebagai penilai untuk meminimalkan potensi risiko peningkatan penyakit yang dapat terjadi,” kata Mamunur.

Pemerintah Arab Saudi, lanjut dia, terus melihat kondisi daerah-daerah yang menjadi pusat kegiatan perkumpulan massa. Apa yang sudah ada dan apa yang belum ada, untuk dapat ditingkatkan sarana dan prasarananya.

“Semua ini dilakukan agar kita memiliki kesehatan yang baik ke depannya”, tegas dia.

Perhatian khusus juga diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dengan mengedepankan kebijakan kesehatan masyarakat melalui upaya promotif preventif untuk mendukung penanggulangan faktor risiko pesakitan.

Pemerintah Indonesia juga melakukan peningkatan fasilitas kesehatan untuk jamaah haji. Selain itu,  melakukan pelatihan simulasi tentang regulasi keadaan darurat serta integrasi antar lembaga untuk menunjang penurunan risiko yang tidak diinginkan.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.