Menguak Sejarah Topeng Malangan yang Tercipta Sejak Jaman Kerajaan Kanjuruhan

Mengenal sejarah dan budaya bangsa sendiri, akan membuat anda semakin jatuh cinta dengan negeri ini.

SERUJI.CO.ID – Selain terkenal dengan wisata kulinernya, Malang juga punya budaya turun temurun yang menarik untuk dipelajari. Bahkan tak sedikit sekolah yang memasukkan budaya ini sebagai materi perlajaran, yaitu topeng malangan.
Topeng malangan, adalah sebuah tradisi dan budaya yang berkaitan dengan salah satu kerajaan yang pernah ada di Indonesia, yakni kerajaan Kanjuruhan. Dilansir dari lingkarmalang.com, raja yang paling dikenal saat memimpin kerajaan Kanjuruhan adalah Raja Gajayana.
Saat dipimpin oleh beliau, kerajaan mengalami masa-masa keemasan. Budaya topeng ini juga mulai diperkenalkan saat Raja Gajayana memimpin. Dimulai ketika masuk abad ke-8 masehi, raja memerintahkan membuat sandiwara untuk menghibur rakyatnya, yang ditokohkan melalui topeng-topeng.
Topeng malangan sendiri terinspirasi dari kebudayaan India. Ini karena sejarah kerajaan Kanjuruhan menyebutkan, jika saat itu kerajaan didominasi dengan adanya sastra dari negeri India. Asimilasi budaya India sendiri juga punya pengaruh kuat dalam perdagangan di kerajaan tersebut, melalui para saudagar asal India.
Cerita yang dikisahkan dalam topeng pun, adalah cerita yang sering dipentaskan di India, seperti kisah Ramayana dan kisah Mahabarata. Hal yang membuat sandiwara topeng ini sakral adalah, dicampurnya budaya dan nilai religi.
Saat pemerintahan kerajaan Kanjuruhan berganti dari Raja Gajayana ke Raja Erlangga, kesenian topeng berubah menjadi kebudayaan biasa. Pertunjukan menggunakan topeng pun berubah, dari awalnya seni drama menjadi seni tari. (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy