Dan, untungnya, walaupun Anda menderita prediabetes, sedikit perubahan gaya hidup yang Anda lakukan ancaman diabetes dapat ditunda atau dicegah. Pada kebanyakan, ibaratkan sebuah jam, perubahan gaya hidup yang kita lakukan akan dapat memutar kembali arah jarum jam tersebut, dengan kata lain, gula darah kita dapat kembali menjadi normal.
Karena itu, bersamaan dengan meroketnya kasus prediabetes dan diabetes, diperkirakan lebih dari 20 juta penderita prediabetes di Indonesia. Maka, mengetahui lebih dini bahwa seseorang menderita prediabetes itu sangat penting. Sayangnya, seperti saya singgung di atas, di samping gejala dan tanda tidak khas, atau kalau ada sering dikaitkan dengan hal-hal lain, banyak yang tidak tahu kapan harus memeriksakan gula darahnya.
Sehubungan dengan itu, “American Diabetes Association” merekomendasikan pemeriksaan gula darah untuk menentukan adanya prediabetes kepada mereka yang memiliki faktor risiko sebagai berikut:
- Usia di atas 45 tahun, pemeriksaan gula darah untuk menyaring adanya prediabetes mulai dilakukan. Jika hasilnya normal, pemeriksaan kembali dilakukan paling tidak setiap tiga tahun.
- Pemeriksaan gula darah juga harus dipertimbangkan pada usia yang lebih muda, atau diperiksa lebih sering pada individu yang “overweight” dan mempunyai faktor risiko berikut;
- Gaya hidup santai (sedentary lifestyle)
- Riwayat keluarga dengan diabetes
- Riwayat diabetes gestational, atau riwayat melahirkan bayi lebih dari 4 kg
- Tekanan darah sama atau lebih dari 140/90 mm/Hg
- HDL kurang dari 35 mg/dl
- Trigliserida lebih besar dari 250 mg/dl
- Anda termasuk populasi risiko tinggi seperti Amerika-Afrika, Latin, Asia, Penduduk pulau Pasifik
- Penyakit kardiovaskuler
- Riwayat gangguan gula darah puasa atau gangguan toleransi glukosa darah sebelumnya.
- Sindroma polkistik ovarii
Jadi, sebelum Anda divonis menderita diabetes melitus, apalagi Anda memiliki faktor risiko di atas, lakukanlah pemeriksaan gula darah Anda untuk memastikan apakah Anda sudah menderita prediabetes. Bila Anda positip prediabetes, sedikit perubahan gaya hidup yang Anda lakukan dapat mencegah Anda dari potensi ancaman diabetes dan penyakit kardiovaskuler.
*) Penulis adalah dokter spesialis Penyakit Dalam dan pengasuh rubrik “Dokter SERUJI Menjawab“
