Tua Bukanlah Alasan Pembenaran Anda Sakit

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD

SERUJI.CO.ID – Seorang nenek dengan keluhan nyeri pada lututnya suatu ketika datang konsultasi ke dokter langganannya:

Dokter : Apa kabar, Bu? Ada yang bisa saya bantu?
Nenek : Lutut saya sakit, Dokter
Dokter : Lutut yang mana?
Nenek : Ini Dokter, yang sebelah kanan. (Pasien sambil memegang lututnya).
Dokter : Hmm, ya, ini kelihatannya sedikit membengkak, pasti sakit dibawa berjalan
Nenek : Ya, Dokter, sakit sekali, kenapa ya, Dokter?
Dokter : (Agak lama terdiam, sambil memeriksanya) yang jelas karena ada peradangan pada sendi Ibuk ini, tapi penyebaabnya belum pasti , mungkin saja karena faktor usia, Ibu sudah tua.
Nenek : Karena tua? Memang usia saya sudah 75 tahun, tapi lutut yang kiri ini juga usianya sama, 75 tahun juga, tidak sakit, Dokter.

Saya lupa dari mana dapat sumber anekdot di atas, entah benar atau tidak anekdot itu saya juga tidak tahu. Tapi yang jelas, seorang dokter pun dengan mudah menjadikan usia tua sebagai penyebab penyakit, apalagi bagi orang awam atau pasien. Saya pun kadang sering menyampaikan hal yang sama kepada pasien saya.

Tua dianggap sebagai cara mudah untuk menjawab masalah-masalah kesehatan yang sering muncul seiring dengan bertambahnya usia. Kalau kita ke dokter, kemudian dikatakan menderita hipertensi, diabetes mellitus, atau menderita stroke, dan kita sendiri juga sudah merasa tua, entah berapa usianya, 50, 60, atau 70 tahun, dalam hati sambil mangguk-mangguk kita bergumam, wajarlah saya sakit seperti itu, karena saya sudah tua.

Dan, kalau sang dokter juga mengatakan hal yang sama, kita lebih yakin lagi bahwa penyakit yang diderita disebabkan oleh usia yang kita anggap sudah tua. Lalu, kita mengonsumsi obat yang diberikan, serta juga yakin obat-obat itu akan membuat kita lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close