SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 11 pasien positif difteri menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ke 11 pasien yang berasal dari beberapa kota di wilayah Jatim tersebut sedang menjalani isolasi di rumah sakit terbesar di Indonesia Timur.
“Mereka semua positif sehingga langsung kami lakukan tindakan dengan isolasi ruangan khusus di Soetomo,” ungkap Dirut RSUD Soetomo Surabaya, dr. Harsono saat ditemui di Surabaya, Rabu (20/12).
Mantan Bupati Ngawi dua periode ini mengatakan sebenarnya penyakit Difteri tersebut sangat mudah penanganannya.
”Kalau intensif perawatan dan pengobatan selama 7 hari pasien sudah sembuh. Namun, yang berbahaya itu efeknya jika menimbulkan komplikasi,” ungkapnya.
Lalu Harsono menjelaskan jika difteri tersebut menimbulkan komplikasi dan menyerang pembuluh otot jantung, maka akan menimbulkan kematian bagi pasien. ”Biasanya menyerang orang dewasa langsung meninggal dunia,” terangnya.
Ditambahkan oleh Harsono, dari kebiasaan di masyarakat, biasanya melakukan pemeriksaan ke dokter atau di rumah sakit kalau sudah memasuki waktu 7 hari.
”Saya menghimbau agar masyarakat lebih secara dini jika menemukan tanda-tanda yang mengarah ke difteri misalnya ada bercak putih ditenggorokan atau ciri lainnya misalnya radang tenggorokan,” tandasnya. (Setya/Hrn)
