WHO: Jumlah Obesitas Anak-anak dan Remaja Melonjak Sepuluh Kali Lipat

1
70
obesitas
Ilustrasi - Anak Obesitas (kanan).

JENEWA, SERUJI.CO.ID – Jumlah anak-anak dan remaja kegemukan di seluruh dunia melonjak sepuluh kali lipat dalam 40 tahun belakangan, meningkat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di Asia, kata kajian besar pada Rabu (11/10).

Tingkat kegemukan anak-anak dan remaja merata di Amerika Serikat, Eropa barat laut dan negara kaya lain, namun tingkat tersebut tetap terbilang tinggi di sana, kata peneliti di Imperial College London dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Lebih dari 40 tahun, kita mengalami peningkatan dari sekitar 11 juta menjadi lebih dari sepuluh kali lipat hingga lebih dari 120 juta anak-anak dan remaja mengalami kegemukan di seluruh dunia,” kata penulis utama, Majid Ezzati, dari Imperial’s School of Public Health, dalam jumpa pers.

Hal tersebut berarti bahwa 8 persen anak-anak laki-laki dan hampir 6 persen anak-anak perempuan di seluruh dunia mengalami kegemukan pada 2016, dengan angka kurang dari satu persen untuk kedua jenis kelamin itu pada 1975.

Selain itu, 213 juta anak berusia 5-19 tahun kelebihan berat badan pada tahun lalu, namun turun di bawah ambang batas obesitas, menurut penelitian terbesar yang pernah dilakukan, berdasarkan pengukuran tinggi dan berat pada 129 juta orang.

Peneliti itu menyerukan kecukupan gizi lebih baik di rumah dan di sekolah, dan lebih banyak latihan fisik untuk mencegah sebuah generasi menjadi orang dewasa dengan risiko diabetes, penyakit jantung dan kanker yang lebih tinggi akibat kelebihan berat badan.

Label makanan yang jelas tentang kandungan garam, gula dan lemak dibutuhkan untuk membantu konsumen membuat “pilihan sehat”, demikian studi tersebut.

Perpajakan dan pelarangan keras dalam pemasaran makanan rendah-gizi harus dipertimbangkan, menurut studi tersebut. WHO telah menyarankan 20 persen pajak untuk minuman bergula untuk mengurangi konsumsi.

Di sisi lain, Afrika Selatan, Mesir dan Meksiko yang memiliki “tingkat obesitas yang sangat rendah empat dekade yang lalu,” sekarang memiliki tingkat obesitas yang tinggi pada anak perempuan, antara 20-25 persen, ujar Ezzati.

“Yang dialami oleh negara Asia Timur dan Amerika Latin serta Karibia menunjukkan bahwa transisi dari kurus ke kelebihan berat badan dan obesitas bisa terjadi secara cepat,” kata kajian tersebut.

Jika kecenderungan saat ini berlanjut, pada 2022, lebih banyak anak-anak dan remaja kegemukan di seluruh dunia daripada yang kurus, yang sekarang berjumlah 192 juta, setengahnya berada di India, demikian penjelasan kajian tersebut. (Reuters/Ant/SU02)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Menangkap Pengedar Tramadol 1.000 Butir

MUARA TEWEH, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menangkap seorang tersangka bernama Hartawan (36) diduga sebagai pengedar obat terlarang...
narkoba

Polisi Menangkap Lima Pelajar Pekanbaru Pesta Narkoba

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Tenayan Rayan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menangkap lima pelajar yang terdiri atas empat remaja pria dan seorang remaja perempuan...

Persija Ingin Akhiri Penyisihan AFC Dengan Kemenangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta ingin mengakhiri pertandingan penyisihan Grup H Piala AFC dengan kemenangan di kandang Tampines Rovers Singapura, Selasa (24/4), karena dengan meraih...

Polres Cianjur Amankan Dua Perempuan Konsumsi Obat Terlarang

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Polres Cianjur, Jawa Barat, mengamankan dua orang perempuan dari tempat hiburan karena diduga mengkonsumsi obat terlarang saat menggelar operasi cipta kondisi bersama...
bambang soesatyo

DPR: Akselerasi Jaringan Internet di Indonesia Bagian Tengah dan Timur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah mengakselerasi jaringan internet di Indonesia bagian Tengah dan Timur, yaitu dengan menyiapkan dan memfungsikan...